Stroke Penyumbatan Pembuluh Darah Atau Stroke Iskemik

Apa Itu Stroke Penyumbatan Pembuluh Darah Atau Stroke Iskemik

stroke penyumbatan pembuluh darah atau stroke iskemikStroke penyumbatan pembuluh darah atau yang lazim disebut sebagai Stroke Iskemik adalah jenis stroke yang disebabkan adanya bentukan pada saluran pembuluh darah di otak yang umumnya berasal dari kolesterol.

Orang yang mengalami stroke penyumbatan pembuluh darah biasanya akan mengalami kelumpuhan pada gerak motorik seperti rasa lemas pada kaki, tangan. Jika stroke penyumbatan pembuluh darah atau stroke iskemik ini mencapai pada tingkat yang lebih parah, dapat terjadi kelumpuhan total pada gerak motorik pasien.

Berikut ini adalah beberapa gambaran tentang apa yang terjadi dengan pembuluh darah pada otak kita ketika terjadinya stroke penyumbatan pembuluh darah atau Stroke Iskemik.

stroke penyumbatan pembuluh darah pada otak
Ilustrasi Gambar 1

stroke iskemik disebut juga stroke penyumbatan pembuluh darah

Ilustrasi Gambar 2

askep stroke asuhan keperawatan stroke

Terjadinya gangguan pada gerak motorik tergantung pada letak penyumbatan yang terdapat pada bagian saraf yang berhubungan dengan gerak motorik tersebut sehingga setiap orang memiliki dampak yang berbeda – beda akibat serangan stroke iskemik ini.

Beberapa hal yang harus diperhatikan bagi beberapa gejala yang patut dicurigai terjadinya serangan stroke dikenal dengan sebutan FAST yaitu Face, Arm, Speech, Time To Call :

  1. Face (Wajah).
    Ciri – ciri seseorang mengalami serangan stroke adalah pada bagian wajah dimana terjadinya perubahan bentuk wajah seperti di mulut maupun di mata, misalnya adalah bentuk mulut mengalami perubahan menjadi miring atau kaku.
  2. Arm (Lengan).
    Berikutnya adalah pada bagian lengan, seseorang yang mengalami gejala serangan stroke baik stroke pendarahan maupun stroke penyumbatan pembuluh darah mengalami hilangnya tenaga pada bagian lengan, misalnya tidak mampu menggenggam gelas ataupun menggerakan jarinya dengan baik.
  3. Speech (Cara Bicara).
    Serangan stroke iskemik maupun stroke hemoragik menjadikan seseorang mengalami kesulitan untuk berbicara dengan jelas, biasanya pembicaraan yang dikeluarkan oleh orang yang mengalami stroke ini menjadi kacau balau. Hal ini disebabkan gerak motorik yang terganggu sehingga tidak mampu mengontrol pembukaan suara pada bibirnya.
  4. Time To Call Emergency.
    Jika ketiga hal tersebut terjadi, maka patut diduga bahwa seseorang mengalami serangan stroke baik stroke penyumbatan pembuluh darah pada umumnya maupun stroke hemoragik. Segera bawa pasien dan membantu pasien mendapatkan pertolongan pertama dan bawa segera ke dokter.

Melarutkan Plak Penyumbatan Pada Pembuluh Darah Dengan Enzim Secara Alami

mencegah penyakit jantung koroner dengan gravistroJika penyakit jantung koroner dapat dibantu dengan melakukan operasi seperti pasang ring jantung maupun bypass, pembuluh darah pada otak yang sangat halus (mikro sirkulasi) tidaklah demikian.

Oleh karena itu banyak pasien yang mengalami stroke penyumbatan pembuluh darah atau stroke pembekuan darah ini hanya dapat mengkonsumsi obat pengencer darah maupun terapi – terapi gerak motorik untuk merangsang saraf pada umumnya.

Kini sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, Bio-Teknologi Nano, maka penyumbatan yang ada pada otak sekalipun dapat terbantu untuk dilarutkan. Enzim tersebut adalah Enzim Lumbrokinase.

Berikut ini adalah penjabaran singkat tentang manfaat Enzim Lumbrokinase dari Jurnal Ikatan Dokter Indonesia 

obat jantung koroner dan stroke

Klik Disini (Enzim Lumbrokinase) Untuk Jurnal Selengkapnya

Gravistro Adalah Produk Di Indonesia Yang Dapat Membantu Melarutkan Penyumbatan Pada PENDERITA STROKE PENYUMBATAN Pembuluh Darah ATAU STROKE ISKEMIK.

Untuk dapat melihat lebih jelas silakan menuju link utama tentang produk ini, klik disini atau klik gambar dibawah ini.

Gravistro obat jantung dan stroke

 

Stroke non Hemoragik Atau Stroke Iskemik

Apa Itu Stroke Non Hemoragik (Stroke Iskemik)

stroke non hemoragik dapat disembuhkan dengan gravistroStroke Non Hemoragik – Stroke merupakan salah satu penyakit mematikan yang banyak dialami oleh seseorang di seluruh dunia.

Penyakit Stroke Non Hemoragik ini mengakibatkan suatu kondisi neurologic deficit yaitu suatu keadaan tubuh mengalami penurunan fungsi pada gerak motorik, otot dan saraf.

Umumnya stroke non hemoragik terjadi pada seseorang yang sudah berusia diatas 55 tahun, namun tidak menutup kemungkinan seseorang yang berusia kurang dari 55 tidak bisa terkena stroke. Hingga saat ini hampir 10% stroke terjadi pada usia dewasa muda yang menjadi tantangan bagi pra diagnosis dan pengobatan stroke.

stroke non hemoragik paling sering terjadiUntuk mengetahui apakah orang tersebut terserang stroke atau tidak biasanya dilakukan pengetesan berupa scan pembuluh darah, scan otak, evaluasi jantung serta melakukan penilaian hematologi dengan menggunakan system diagnosis terbaik.

Stroke sendiri dibedakan menjadi dua jenis yaitu Stroke Hemoragik (stroke pendarahan) dan Stroke Non Hemoragik atau biasa disebut dengan Stroke Iskemik. Namun kali ini kita akan membahas mengenai stroke non hemoragik.

Pengertian Stroke Non Hemoragik

stroke non hemoragik adalah stroke iskemikStroke Non Hemoragik adalah Stroke yang terjadi karena adanya sumbatan pada pembuluh darah akibat pembekuan darah yang terdapat di otak atau pada arteri yang menuju otak. Umumnya hampir 90% stroke yang seringkali terjadi adalah jenis Stroke ini.

Situasi ini disebabkan karena kurangnya aliran darah dan oksigen pada otak akibat adanya sumbatan dari pembekuan darah yang biasanya terjadi karena kolestrol berlebih pada arteri.

Bukan hanya karena faktor kolestrol melainkan juga karena faktor usia, penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi dan karena merokok sehingga pembuluh darah mengalami penyempitan. Pada usia tua, stroke lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pda laki-laki.

Faktor Penyebab Stroke Non Hemoragik

stroke non hemoragik dapat disembuhkan dengan gravistroAda banyak sekali penyebab seseorang menderita stroke non hemoragik, mulai dari faktor pola makan, gaya hidup dan usia maupun keturunan.

Dari semua hal diatas, ada 5 penyebab utama terjadinya stroke non hemoragik, hindari hal – hal ini agar resiko penyakit stroke dapat diminimalisasi :

  1. Pikiran.
  2. Kolesterol Tinggi.
  3. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi) / Arteriosklerosis.
  4. Diabetes Melitus.
  5. Pola Makan dan Gaya Hidup.

Penjabaran poin penyebab Stroke Non Hemoragik :

1. Pikiran

faktor pikiran menyebabkan stroke non hemoragik terjadiJangan menganggap sepele hal ini, orang yang cenderung mengalami stress cenderung memiliki resiko penyakit stroke non hemoragik lebih besar.

Hal ini disebabkan karena tekanan pikiran akan mengakibatkan metabolisme tubuh bertindak seperti memicu hipertensi (pembuluh darah tegang), peningkatan gula darah dan liver memproduksi kolesterol LDL lebih banyak.

2. Kolesterol Tinggi

sumber kolesterol penyebab stroke non hemoragikKolesterol yang dimaksud adalah kolesterol LDL, yaitu jenis kolesterol yang jika berlebihan pada tubuh, maka akan mengakibatkan penimbunan plak pada pembuluh darah kita.

Apabila terjadi pada otak kita, maka akan terjadi penyakit stroke non hemoragik atau penyumbatan.

3. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

hipertensi memicu terjadinya stroke non hemoragikSerangan stroke non hemoragik dapat terjadi secara tiba – tiba, tekanan darah tinggi adalah salah satu pemicunya. Tekanan darah yang tinggi mengakibatkan pembuluh darah tegang sehingga elastisitas pembuluh darah hilang.

Ditambah adanya plak penyumbatan dari kolesterol yang selama ini mungkin tidak kita sadari maka seketika serangan stroke akan terjadi.

4. Diabetes Melitus

gejala diabetes menyebabkan neuropati diabet dan jantung koronerWalaupun bukan faktor penyebab utama, namun perlu diwaspadai bahwa gula yang tinggi akan menghambat metabolisme, pembentukan kristal gula dan komplikasi.

Diabetes dapat menyebabkan terjadinya neuropati diabetes yaitu kerusakan saraf dan penurunan kualitas pembuluh darah.

5. Pola Makan dan Gaya Hidup.

mencegah diabetes dengan cara yang benarPola makan dan gaya hidup yang tidak sehat akan memicu munculnya keempat penyakit diatas. Hindari makanan dan jajanan yang tidak sehat seperti gorengan, santan dan gula – gula. Ganti minyak sayur anda dirumah dengan minyak jagung, perbanyak serat dan sayur serta hindari alkohol dan merokok.

Gejala Stroke Non Hemoragik

gejala stroke non hemoragikUntuk mengurangi resiko terjadinya stroke non hemoragik maka kita harus mewaspadai gejala awal yang terjadi pada seseorang yang menderita stroke.

Gejala yang terjadi juga berbeda-beda, tergantung seberapa parah sumbatan yang terjadi pada arteri menuju otak.

Berikut ini adalah gejala stroke non hemoragik yang harus anda waspadai untuk bisa melakukan tindakan pengobatan yang tepat :

1. Mengalami mati rasa pada sebagian anggota tubuhnya terutama pada bagian wajah, tangan dan tungkai. Biasanya kondisi mati rasa hanya terjadi pada bagian tubuh sebelah saja atau disebut dengan monoparesis, hemiparesis atau quadriparesis.

2. Tiba-tiba mengalami kebingungan dan sulit untuk berbicara karena lidah dan mulut yang kaku.

3. Penglihatan yang berkurang ketajamannya sehingga kesulitan mengamati benda yang ada disekeliling.

4. Kepala terasa sangat pusing sehingga kehilangan koordinasi atau biasa disebut dengan ataxia atau vertigo.

5. Rasa sakit yang teramat pada kepala seperti migrain.

Gejala tersebut bisa terjadi hanya pada salah satu gejala saja, namun kebanyakan gejala tersebut akan terjadi secara bersamaan. Jadi, jika seseorang mengalami satu gejala saja dan setelah itu sembuh maka ada baiknya untuk segera memeriksakan ke dokter agar bisa dilakukan pengobatan awal untuk mencegah resiko stroke non hemoragik yang lebih parah.

Diagnosis dan Pemeriksaan Fisis Stroke Non Hemoragik

diagnosa penyakit stroke non hemoragikUntuk mendiagnosis apakah seseorang menderita stroke non hemoragik maka akan dilakukan pemeriksaan fisik berupa pemeriksaan untuk mencari otot yang lemah, penglihatan dan berbicara serta memeriksa kesulitan bergerak. Jika memungkinkan penderita bisa ditanya secara langsung mengenai gejala yang ia alami.

Setelah dilakukan diagnosis maka langkah selanjutnya bisa dilakukan pemeriksaan fisis stroke. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah tubuh pasien masih bereaksi atau tidak. Biasanya pemeriksaan akan dilakukan dengan memeriksa tanda-tanda vital yaitu jalan napas, pernapasan dan sirkulasi.

proses pemeriksaan gejala stroke non hemoragikDokter akan memeriksa dan memastikan apakah pasien bisa bernapas dengan mudah, memastikan pasien bisa bernapas pada tingkat normal mulai dari 12-24 kali permenit serta dokter akan menghitung denyut nadi rata-rata dengan hitungan 60-120 kali per menit.

Pemeriksaan pada pasien yang menderita stroke non hemoragik juga berupa pemeriksaan mata untuk memastikan apakah ada perkembangan saraf optik yang biasanya mengalami penurunan sehingga akan ada gerakan abnormal.

Pemeriksaan akan dilanjutkan pada bagian leher dengan mendengarkan bruit arteri karotis, jika terdapat suara potensial maka itu bertanda bahwa ada sumbatan pada arteri.

pemeriksaan penyakit strokeDokter juga akan memeriksa tekanan darah pasien, untuk mengetahui apakah tekanan normal atau terlalu tinggi. Pemeriksaan suhu tubuh pun juga diperlukan untuk mengetahui apakah suhu tubuh pasien normal atau tidak.

Dan pemeriksaan terakhir adalah pemeriksaan dengan mendengarkan suara paru-paru untuk mengetahui kelainan yang terjadi.

Pemeriksaan Penunjang Stroke Non Hemoragik

pemeriksaan ct scan pada pasien stroke non hemoragikAgar hasilnya tepat maka diperlukan pemeriksaan penunjang dengan melakukan pengambilan gambar dari structure tubuh pasien.

Pemeriksaan ini dilakukan dengan CT scan, CT angiogram, Scan MRI, MRA dan USG Doppler.

Penanganan Stroke Non Hemoragik

Pengobatan stroke non hemoragik bisa dilakukan dengan menggunakan cara 6B yang meliputi :

  1. Breath (pernapasan)
  2. Blood (darah)
  3. Brain (otak)
  4. Bladder (kandung kemih)
  5. Bowel ( gastrolnstestinal)
  6. Bone and body skin (tulang dan kulit).

Berikut ini adalah penjelasan ke 6 poin diatas :

1. Breath (pernapasan).

Ini merupakan penanganan pertama pada pasien yang terserang stroke non hemoragik. Dokter akan memastikan bahwa pasien bisa bernapas dengan bebas dan kondisi paru-paru dalam keadaan normal. Jika terjadi masalah pernapasan maka pasien akan diberi bantuan oksigen. Pemberian oksigen bisa diberikan 2 liter per menit dalam waktu 24 jam. Masker oksigen juga dibutuhkan untuk mengetahui gas darah pada arteri.

2. Blood (darah).

Penanganan ini dilakukan untuk memantau tekanan darah, glukosa darah, hemoglobin dan keseimbangan elektrolit. Tekanan darah harus tetap normal untuk memastikan aliran darah ke otak tetap tercukupi. Pada fase stroke akut, jika penurunan tekanan darah dilakukan maka akan membuat penurunan aliran darah ke otak yang akan memperburuk keadaan. Oleh sebab itu, tekanan darah pada penderita stroke non hemoragik tidak perlu diturunkan untuk menjaga aliran darah ke otak tetap normal.

Selanjutnya adalah memastikan bahwa kadar Hb darah harus tetap normal untuk metabolism otak. Glukosa darah juga harus tetap di pantau. Kadar gula yang terlalu tinggi akan memberikan efek buruk pada penderita stroke. Maka kadar gula harus tetap dijaga dengan ukuran 140-280 mg/dl.

Pemberian infuse glukosa harus dihindari karena bisa menyebabkan asidosis pada infark otak yang mengakibatkan udem otak. Jika pasien memiliki kadar gula lebih dari 250-300 maka harus segera diberikan insulin. Terakhir adalah dengan menjaga eletrolit agar kondisi pasien tetap stabil.

3. Brain (otak).

Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam penanganan otak yaitu kesadaran, kejang dan peningkatan tekanan intracranial. Penurunan kesadaran menjadi faktor paling penting dalam terapi stroke. Dalam penanganan ini akan dilakukan dengan penilaian pemahaman bahasa dan ekspresi.

Pemantauan ini bisa dilakukan selama 2-4 jam oleh pihak keperawatan. ST Scan juga bisa dilakukan setelah melakukan pemeriksaan pada gerakan mata, pulpil, reflex dan fundus okuli. Sedangkan stroke yang mengenai kortikal otak, maka akan mengakibatkan adanya kejang pada pasien. Kejang ini harus segera dihentikan karena akan memburuk penderita stroke non hemoragik.

Cara menanganinya dengan memperbanyak asupan oksigen. Selanjutnya adalah tekanan intracranial. Umumnya edema otak sitotoksik terjadi setelah 24-96 jam setelah pasien terkena stroke akut. Jika sudah seperti itu maka pasien harus diposisikan dengan posisi tegak 30° dan tidak diperbolehkan untuk berbaring selama 24 jam pertama.

4. Bladder (kandung kemih).

Tujuan dari penanganan ini dalah untuk menghindari terjadinya retensio atau bisa disebut dengan inkontinesia urine. Sebisa mungkin para pasien stroke non hemoragik terhindar dari infeksi kandung kemih.

Katerisasi bisa dilakukan dengan mengetahui apakah pasien bisa berkemih lebih dari 6 jam. Sebagain besar penderita stroke non hemoragik adalah orang tua yang memungkinkan adanya gangguan elektrolit. Dehidrasi menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi pasien karena akan terjadi kekentalan darah sehingga memperburuk proses iskemik di otak.

5. Bowe (gastrolnstestinal).

Pengelolaan nutrisi pasien sangatlah penting untuk mneghindari adanya gangguan pada system pencernaan pasien. Gangguan pencernaan ini nantinya akan membuat pasien merasa gelisah dan tidak nyaman sehingga kondisi pasien semakin memburuk.

Pemantauan bisa dilakukan pada pembukaan usus. Jika terjadi sembelit maka enema sangat siperlukan. Pemberian nutrisi juga tidak diperbolehkan untuk menghindari aspirasi. Untuk mencegah terjadinya pendarahan gastrointestinal maka lebih baik pasien diberikan profilaksis antasida dan antagonis reseptor H2 terutama untuk pasien yang sebelumnya telah mengkonsumsi obat-obatan yang mengandung aspirin, obat anti inflamasi non steroid, fibrinolitik, kortikosteroid dan antikoagulan.

6. Bone and body skin.

Jika tidak terjadi gerakan pada beberapa bagian tubuh pasien stroke non hemoragik maka akan terjadi peningkatan katabolisme, penurunan kapasitas vital, statis vena, statis urin, depresi psikologis dan menyebabkan gangguan pencernaan.

Sedangkan akibat terburuk yang terjadi adalah kolesistitis, ulkus dekubitus, thrombosis vena, pneumonia, infeksi saluran kemih dan emboli paru. Penanganan bisa dilakukan dengan terapi fisik pada pasien selama 2 hari sejak terjadi onset stroke. Posisi pasien juga harus diubah secara regular untuk pasien yang mengalami kelumpuhan atau kurangnya kesadran.

Terapi Spesifik Stroke Non Hemoragik

terapi fisik stroke non hemoragikTerapi pada pasien stroke non hemoragik sangatlah penting untuk mengembalikan kondisi pasien yang sudah mengalami banyak gangguan akibat stroke.

Menurut pendekatan therapeutical dasar pengobatan spesfik untuk stroke non hemoragik dibagi menjadi 2, yaitu :

  1. Melindungi penumbrai iskemik yang terjadi karena kerusakan lebih lanjut karena merabolit toksik. Cara ini bisa dilakukan dengan menggunakan obat saraf, leucocyte adhesion inhinitors dan free radical scavengers.
  2. Meningkatkan suplai darah pada area penumbra iskemik. Peningkatan suplai darah ini bisa dilakukan dengan menggunakan obat trombolitik dan antikoagulan.

Bagaimana Menyembuhkan Penyakit Stroke Non Hemoragik

penyebab stroke iskemik dapat disembuhkanKita tahu bahwa ada 2 hal utama mengakibatkan terjadinya serangan stroke non hemoragik yaitu :

  1. Hilangnya Elastisitas Pembuluh Darah sehingga aliran darah tidak dapat terlewati dengan baik.
  2. Adanya penimbunan Plak Penyumbatan atau Thrombus pada pembuluh darah halus di otak.

obat jantung dan obat stroke lumbrokinaseJika kita dapat memperbaiki keduanya, maka tidak mustahil penyakit stroke non hemoragik atau iskemik ini dapat disembuhkan. Kini terdapat produk alami yang dapat membantu mengembalikan elastisitas pembuluh darah dan melarutkan plak penyumbatan akibat timbunan plak dari kolesterol.

Jika ingin mengetahui lebih lanjut, silakan klik disini atau pada gambar diatas.

Waktu Menjadi Hal Utama Bagi Penderita Stroke Non Hemoragik

askep stroke asuhan keperawatan strokeStroke bisa saja diobati, namun hal tersebut jika pasien dibawa kerumah sakit pada waktu yang tepat. Waktu yang tepat adalah waktu dimana pasien baru beberapa jam setelah mengalami gejala pertamnya. Semakin lama pasien dibiarkan dan tidak diberi penanganan maka akan semakin lama pula penyumbatan arteri terjadi.

Jika penyumbatan arteri lebih lama terjadi maka suplai darah ke otak akan berkurang sangat banyak. Jika hal ini terjadi maka akan terjadi keruskan pada saraf-saraf penting dalam otak. Sebaliknya, jika segera diberikan penanganan yang tepat maka penyumbatan bisa segera ditangani sehingga pasien bisa terhindar dari resiko kerusakan saraf otak dan nantinya akan lebih mudah untuk dipulihkan.

Maka dari itu jika seseorang sudah mengalami gejala stroke non hemoragik maka harus segera dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan penanganan terbaik. Dengan penanganan yang tepat maka pasien bisa terhindar dari resiko terjadi stroke lanjutan, dapat meningkatkan dan mengembalikan fungsi tubuh yang sudah terganggu karena stroke dan untuk mengatasi kecacatan.

Itulah beberapa informasi mengenai stroke non hemoragik, salah satu penyakit mematikan yang mengancam siapa saja tanpa melihat jenis kelamin dan usia. Mengetahui gejala awal sangatlah penting untuk mencegah terjadinya stroke akut.

Jika sudah terjadi gejala awal maka pasien harus segera mendapat penanganan medis. Terlambat sebentar saja maka akan berakibat fatal. Karena stroke non hemoragik menjadi penyakit yang mematikan maka sebisa mungkin harus dihindari dengan berbagai cara. Kesehatan menjadi sangat mahal jika sudah terkena penyakit stroke, karena pengobatannya tidak bersifat instan.

Obat Stroke yang Efektif

Obat Stroke Alami Yang Efektif Dari Bahan Alami

Obat Stroke Alami Yang Efektif Dari Bahan Alami – Stroke merupakan penyakit yang diindikasi dengan adanya disfungsi organ. Organ yang paling rentang mengalami kerusakan akibat stroke adalah anggota gerak. Anggota gerak tersebut yang mengalaminya adalah seluruh anggota tubuh termasuk kaki maupun tangan. Hal ini disebabkan karena adanya kerusakan pada syaraf otak akibat serang stroke.

Jika ditelisik lebih lanjut, stroke lebih disebabkan karena adanya pembuluh darah otak yang pecah tau aliran darah menuju otak tersumbat sehingga mengakibatkan otak kekurangan darah dan oksigen. Jika saat serangan stroke otak yang mengalami kerusakan adalah otak bagian kiri, maka organ tubuh bagian kananlah yang kan mengalami disfungsi. Sebaliknya, jika otak yang rusak adlaah bagian kanan maka organ bagian kiri yang akan mengalami kelumpuhan.

Stroke adalah penyakit yang datang secara tiba-tiba, namun perlu waktu yang lama untuk menyembuhkannya. Penderita stroke memerlukan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk sembuh. Bahkan sebagian kasus menunjukkan adanya kemungkinan cacat permanen meski orang tersebut telah mengkonsumsi obat stroke dan melakukan terapi secara rutin.

Macam-Macam Stroke

Secara umum, obat stroke bekerja dengan memperbaiki saluan darah yang tersumbat dan juga mengurangi peradangan dan penumpukan cairan yang terjadi di bagian otak. Pemilihan jenis obat stroke juga harus memperhatikan jenis stroke yang diderita apakah stroke non hemoragik ataukah hemoragik. Penjelasan mengenai jenis stroke tesebut dapat dilihat pada poin berikut :

a. Stroke non hemoragik

Merupakan jenis stroke yang tak disertai dengan pendarahan. Tanda stroke non hemoragik adalah tubuh yang mendadak lemas, pandangan kabur, pusing, mual hingga muntah, stroke jenis inilah yang sering dialami oleh masyarakat pada umunya.

b. Stroke hemoragik

Stroke hemoragik memiliki penyebab yang sama dengan stroke non hemoragik yaitu gangguan aliran darah menuju otak. Hanya saja, stroke jenis ini disertai dengan perdarahan yang umunya terjadi di bagian otak. Karena perdarahan inilah orang yang terserang stroke hemoragik dapat mengalami koma dan bahkan kematian mendadak.

Pemicu Penyakit Stroke

Banyak pemicu penyakit stroke yang seringkali diabaikan mulai dari pola makan yang tak sehat, olahraga yang mini hingga kebiasaan merokok dan minum alkohol. Intinya, segala hal yang dapat mengakibatkan penumpukan lemak atau plak dalam darah sangat berperan terhadap kemunculan penyakit stroke.
Para dokter biasanya akan melihat riwayat penyakit yang dapat memicu stroke untuk menentukan jenis obat stroke yang tepat. Riwayat penyakit beresiko tersebut antara lain :

1. Kolesterol

Koleterol adalah keadaan dimana kadar lemak jahat (LDL) dalam darah meningkat. Kolesterol merupakan penyebab utama terjadinya plak yang akhirnya menempel pada pembuluh darah. Sayangnya, pengendapan kolestrol berlangsung secara progresif atau bertahap sehingga sangat jarang orang dapat merasakan bahwa ada plak yang mulai terbentuk pada pembuluh darahnya. Padahal, jika plak sudah terbentuk dan menyumbat resiko terkena penyakit mematikan seperti stroke dan jantung koroner sangatlah besar.
Jika seseorang mengalami stroke karena kolestrol maka ia harus mendapatkan resep pengencer darah atau penurun kolestrol selain obat stroke yang menangani kerusakan syaraf.

2. Tekanan darah tinggi (hipertensi)

Selain kolestrol, hipertensi juga dapat dijadikan sebagai indikasi awal penyakit stroke. Kenaikan tekanan darah bisa diakibatkan oleh penyempitan pembuluh darah baik oleh sumbatan kolestrol mauoun zat lain seperi kapur atau nikotin.

3. Penyakit gula (diabetes)

Diabetes khususnya diabetes melitus sangat berpengaruh pada kesehatan pembuluh darah serta syaraf. Saat seseorang terkena diabetes maka viskositas atau kekentalan darah akan meningkat sehingga laju darah akan terhambat. Laju darah yang lambat akhirnya akan mengurangi suplay darah ke otak sehingga memperbesar resiko penyakit stroke.

4. Obesitas (kelebihan berat badan)

Obesitas adalah sebuah kondisi dimana seseorang memiliki body mass index (bmi) yang melebihi ambang batas. Obesitas disebut sebagai salah satu faktor pemicu penyakit stroke karena orang dengan obesitas memiliki kemungkinan lebih besar terkena kolesterol. Selain itu, kondisi jantung pada penderita obesitas juga akan menurun sehingga mempengaruhi kemampuan jantung mendistribusikan darah termasuk distribusi darah menuju otak.

5. Arteriosklerosis (pengerasan pembuluh darah)

Arteriosklerosis adalah pengerasan pembuluh darah yang bisa disebabkan oleh faktor usia maupun keturunan. Arteriosklerosis mengakibatkan elastisitas arteri berkurang karena itu secara tak langsung penyakit ini dapat mengakibatkan ketidak stabilan metabolisme tubuh dan juga proses penyaluran darah yang pada akhirnya dapat menimbulkan penyakit stroke.

6. Polistemia

Polisitemia adalah kelainan yang disebabkan oleh meningkatnya jumlah sel darah akibat pembentukan sel darah merah yang berlebih. Saat menderita polisitemia, kekentalan darah akan bertambah sehingga aliran darah menjadi lambat dan perfusi otak menurun. Akibatnya pasokan darah dan oksigen ke otak akan mengalami penurunan dan serangan stroke mungkin saja terjadi secara tiba tiba.

Metode Pengobatan Stroke Menggunakan Fibrinolisis

Seperti halnya yang telah dibahas sebelumnya bahwa penyebab utama stroke adalah penyumbatan pembuluh darah di otak atau yang menuju otak. Oleh karena itu, obat stroke yang paling tepat adalah obat stroke yang mampu menghancurkan penyumbatan itu sendri.

Dalam istilah medis, penghancuran plak atau sumbatan pada pembuluh darah dapat dilakukan melalui fibrinolisis. Proses fibrinolisis dilakukan dengan menghancurkan deposit fibrin oleh system fibrinolotik sehingga aliran darah akan terbuka kembali. Sistem fibrinolitik sendiri merupakan system enzim multikomponen yang dapat menghasilkan enzim aktif plasmin. Plasmin inilah yang akan mengikis fibrin, dan meningkatkan jumlah fibrin yang terlarut.

Secara umum, metode pengobatan stroke melalui fibrinolisis disebut sebagai metode pengaktifan enzim. Karena dalam cara kerjanya metode ini mengaktifkan plasmonogen menjadi plasmin sehingga mempercepat proses hidrolisis plak penyumbat darah.

Obat Stroke Gravisto

Salah satu obat yang telah dipercaya mengobati jenis penyakit ini adalah obat gravisto. Obat stroke garavistro mengunduh bahan aktif enzym fibrinolisis. Enzym yang digunakan sebagai bahan aktif obat stroke gravistro berasal dari bahan alami yaitu lumbrokinase.

penyebab stroke adalah thrombosisLumbrokinase adalah enzim hasil ekstraksi dari saluran cerna cacing tanah yang terdiri dari beberapa isoenzim protease serin. Mungkin bagi sebagian orang yang mendengar hal ini akan langsung merasa jijik karena mendengar kata cacing. Namun, nampaknya anda tak perlu jijik apalagi khawatir karena penggunaan lumbrokinase sebagai obat stroke telah melewati berbagai penelitian.

Salah satu penelitian bahkan telah dilakukan di Amerika dan hasinya telah dipublikasikan melalui jurnal “lumbrokinase – a potent and stable fibrin–specific plasminogen activator”. Penelitian ini menyebutkan bahwa lumbrokinase yang dihasilkan oleh saluran cerna cacing dapat berfungsi sebagai anti beku darah (bloot clot) dan mengatasi penyumbatan plaque (atherosklerosis) dalam sistem peredaran darah.

Juga terdapat Jurnal Ilmial Tentang Lumbrokinase sebagai Anti Penggumpalan dan Penyumbatan dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia)

obat jantung koroner dan stroke

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa lumbrokinase dapat mengatasi penyebab utama stroke yaitu penyumbatan plak pada dinding pembuluh darah serta gangguan pada pembuluh darah yang dikenal dengan cardiovaskular disease.

Di indonesia sendiri, penelitian tentang lumbrokinase sebagai obat stroke juga pernah dilakukan. Penelitian tersebut dilakukan oleh departemen farmakologi dan terapeutik, fakultas kedokteran Universitas Indonesia. Meski hanya penelitian dasar saja, penelitian ini sudah mampu menjawab bagaimana kinerja lumbrokinase dalam mengatasi penyumbatan pembuluh darah serta peranannya sebagi obat stroke.

Dalam jurnal hasil penelitian yang diterbitkan oleh IDI ini disebutkan secara singkat bahwa enzym fibrinolisis yang terkandung dalam lumbrokinase cacing dang menghidrolisis fibrin dan fibrinogen serta mengaktifkan plasminogen menjadi plasmin sehingga plak dalam darar akan segera larut dan dibuang keluar tubuh.

Selain mengandung lumbrokinase yag mampu mengatasi penyumbatan pada pembuluh darah, obat stroke gravistro juga mengandung cantella asiatica, garcina mangostana pericaplum, moringa oleifera, guazuma ulmifolia, curcuma domestics rizhoma dan gingo biloba yang secara keseluruhan akan memperbaiki sistem peredaran darah mulai dari kaki menuju otak.

Dalam fungsinya sebagi obat stroke, produk gravisto tidak hanya akan menghilangkan penyumbatan saja. Kandungan gravisto juga akan membantu tubuh mengendalikan laju endap darah, memaksimalkan kinerja jantung, menurunkan kolestrol, menurunkan tekanan darah, mengembalikan elastisitas pembuluh darah, menormalkan pembuluh darah dan mengatasi pembengkakan akibat penyumbatan pembuluh darah.

Perbedaan Obat Stroke Gravisto Dengan Obat Pengencer Darah

obat jantung untuk andaPernahkah anda melihat iklan obat stroke di internet atau media lainnya? Jika iya, bukti apa yang mereka berikan? Apa hanya sekedar testimoni atau video yang menggambarkan cara kerja obat stroke yang mereka tawarkan? Jika lagi-lagi anda menjawab iya, maka bukan obat stroke seperti itu yang harusnya anda konsumsi.

Obat stroke yang harusnya anda konsumsi adalah obat yang benar-benar memberikan jaminan kesembuhan dan bukan hanya memberikan “sugesti” untuk sembuh. Kata-kata testimonial saya tidaklah cukup, seharusnya ada bukti yang mendasar misalnya saja hasil tes hs-crp (resiko penyumbatan) atau paling idak hasil tes kadar kolestrol.

Memang sangat mungkin jika anda merasa penyumbatan darah berkurang setelah mengkonsumsi obat stroke tertentu. Namun, sekali lagi harus digarisbawahi bahwa “perasaan sembuh” bukan berarti kesembuhan. Bisa saja obat stroke yang anda beli adalah obat pengencer darah dan bukan obat stroke yang mampu menghancurkan sumbatan pada pembuluh darah.

Obat pengencer darah hanya akan menurunkan viskositas darah sehingga mempermudah darah melewati daerah sumbatan. Cara seperti ini memang akan membantu otak menerima kembali suplay darah. Namun, penyebab utamanya yaitu sumbatan pembuluh darah tak diatasi dengan benar.

Lalu, bagaimana cara membedakan obat stroke dengan obat pengencer darah?

Untuk menjawabnya perhatikan poin berikut:

1. Stroke tak bisa diobati secara instan

Seperti dibahas sebelumnya bahwa stroke memerlukan pengobatan jangka panjang. Jadi, sangat tak mungkin jika gejala stroke mereda sesaat setelah mengkonsumsi obat stroke. Umumnya, obat pengencer darahlah hanya dapat mengatasi masalah suplai darah secara singkat bahkan 10 menit saja tapi bukanlah pelarutan plak nya sehingga memberikan “kesan sembuh”

2. Obat stroke yang mampu menghancurkan plak tak menimbulkan efek ketergantungan

Obat stroke yang benar benar bekerja dengan mengatasi penyumbatan takan akan menimbulkan efek kecanduan. Artinya, jika setelah satu bulan masa pengobatan dan obat tak dikonsumsi lagi maka gejala stroke tak akan muncul kembali.

3. Lakukan pemeriksaan medis

Sebelum mengkonsumsi obat stroke lakukan pemerikasaan medis hs-crp. Lalu lakukan kembali pengecekan setelah konsumsi obat. Ini adalah cara yang paling ampung untuk mengetahui apakah obat stroke yang anda konsumsi bekerja dengan tepat atau tidak.

Kebiasaan Yang Harus Dirubah Selama Konsumsi Obat Stroke Gravistro

Saat mengkonsumsi obat stroke gravistro kebiasaan yang harus dirubah adalah kebiasaan yang dapat mengakibatkan penumpukan plak dala darah, misalnya saja merokok, memakan makanan berlemak, makanan asin dan berbagai kebiasaan yang tak boleh dilakukan oleh penderita stroke lainnya.

Konsumsi sayuran dan makanan yang mengandung antioksidan tinggi juga mampu membantu tubuh kembali pulih pasca pengobatan stroke. Lalu, setelah mengubah beberapa kebiasaan, masih perlukah melalukan terapi saat mengkonsumsi obat stroke?

Jawabnya tentu saja ya. Saat terkena stroke sebagian besar sayraf yang mengalami kelumpuhan akan merasa kaku dan kehilangan kesadaran fungsinya. Meski obat stroke gravistro juga mampu memperbaiki syaraf yang rusak tersebut, terapi akan sangat membantu mempercepat pengaktifan syaraf yang lumpuh.

Setelah kita membahas hal-hal yang terkait dengan penyakit stroke termasuk obatnya maka kita tahu bahwasannya ada banyak hal yang bisa kita dapatkan dari sana. Intinya, pencegahan sejak dini merupakan hal yang terbaik karena penyakit dapat datang kapan saja dan dimana saja.

Obat Stroke & Jantung Gravistro – Bukan Pengencer Darah Melainkan Melarutkan Plak Penyumbatan!

Gravistro obat jantung dan stroke

Klik Disini!

Askep Stroke – Asuhan Keperawatan Pasien Stroke

Askep Stroke – Asuhan Keperawatan Pada Pasien Stroke

askep stroke bagi pasien penderita strokeAskep stroke adalah Asuhan Keperawatan Pasien Stroke yaitu pengetahuan tentang penyakit stroke yang harus dikuasai oleh tenaga medis. Tanpa penguasaan ilmu dasar askep stroke tak akan mungkin seorang tenaga medis mampu melakukan diagnosis dan menentukan prognosis atau penanganan yang tepat.

A. Konsep Dasar Penyakit Menurut Askep Stroke

stroke penyumbatan pembuluh darah pada otakStroke merupakan kerusakan jaringan tubuh yang diakibatkan oleh kurangnya aliran darah menuju otak atau retaknya pembuluh darah yang menyuplai darah ke otak yang ditandai dengan gangguan motorik atau sensorik yang dapat diindikasikan dari penurunan kesadaran.

Banyak para ahli yang berpendapat mengenai pengertian stroke, namun intinya stroke adalah gangguan siklus aliran darah yang disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah yang terjadi secara mendadak.

Secara umum, dalam askep stroke ini akan dibahas mengenai dua jenis stroke.

1. Stroke Non Hemoragik / Stroke Iskemik (Penyumbatan)

Stroke Iskemik merupakan jenis gangguan peredaran darah di otak yang tidak disertai dengan perdarahan melainkan akibat adanya penyumbatan pada pembuluh darah di otak. Tanda stroke non hemoragik adalah rasa lemas hingga kelumpuhan pada tangan atau kaki, nyeri kepala, mual, muntah dan pandangan kabur yang biasanya disebabkan karena penyumbatan plak pada pembuluh darah.

Untuk masalah ini dapat disertakan pengobatan menggunakan obat herbal untuk kardiovaskular yang bernama Gravistro yang mengandung enzim fibrinolisis untuk menghilangkan plak penyumbatan pada penderita stroke iskemik.

2. Stroke Hemoragik (Pendarahan)

Stroke hemoragik juga disebabkan oleh adanya gangguan peredaran darah di otak. Hanya saja, stroke jenis ini disertai dengan perdarahan intra serebral atau perdarahan subarakhnoid atau dalam arti pecahnya pembuluh darah sehingga mengakibatkan pendarahan. Tanda-tanda seseorang menderita stroke hemoragik adalah terjadinya penurunan kesadaran, nafas lebih cepat dan berat, denyut nadi meningkat, kuduk terasa kaku, pupil mengecil dan gangguan vokal berupa himeplegi.

B. Etiologi Dalam Askep Stroke

Untuk mengatasi penyakit stroke dengan tepat, diperlukan pengetahuan tentang penyebab penyakit stroke secara terperinci. Karena itu, dalam askep stroke dipelajari pula macam-macam penyebab stroke, antara lain.

  1. Thrombosis, yaitu pembekuan darah pada pembuluh darah otak atau leher.
  2. Embolisme serebral, pembekuan darah, lemak, atau lainnya di bagian tubuh lain yang ikut terbawa saat pendistribusian darah dan menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah otak.
  3. Iskemia, penurunan suplay darah ke otak
  4. Hemoragi serebral, yaitu pecahnya pembuluh darah serebral sehingga menimbulkan perdarahan pada otak atau jarungan di sekitarnya.

C. Tanda Dan Gejala Yang Perlu Dipelajari Dalam Askep Stroke

penyakit stroke pada diri kitaGejala stroke yang timbul antara pasien satu dan pasien lainnya mungkin berbeda. Hal ini dikarenakan tingkat keakutan stroke yang dideritanya.

Secara umum, gejala stroke dalam askep stroke dibedakan menjadi point-point berikut.

1. Stroke Sementara

Stroke sementara adalah kelumpuhan atau rasa lemas pada anggota gerak secara sementara. Biasanya akan hilang dalam bebrapa jam atau beberapa menit, karenaya penderita seringkali bahwa ia terserang stroke dan menganggapnya seperti kebas.

Gejala stroke sementara antara lain, sakit kepala mendadak, ketajaman penglihatan berkurang (bisa terjadi pada satu mata atau keduanya), kehilangan keseimbangan, kebas atau kesemutan.

2.  Stroke Ringan

Stroke ringan memiliki tingkat kaakutan yang lebih parah dibanding stroke sementara. Umumnya, orang yang mengalami stroke ringan pernah mengalami atau setidaknya merasakan gejala stroke sementara sebelumnya.

Gejala stroke ringan antara lain kelumpuhan atau kelemahan anggota gerak, bicara tidak jelas atau pelat.

3. Stroke Berat

Tingkat paling parah stroke adalah stroke berat. Akan sedikit sulit menentukan askep stroke yang tepat jika yang menjangkit adalah stroke berat. Butuh waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun tahun untuk mengembalikan fungsi anggota gerak yang lumpuh. Pada bebeberapa kasus kelumpuhan bahkan terjadi secara permanen.

Gejala stroke berat antara lain :

  • Mengalami seluruh atau sebagian gelaja pada stroke ringan dan stroke sementara.
  • Koma jangka pendek atau hilangnya kesadaran.
  • Kelemahan atau kelumpuhan angota gerak (tangan atau kaki).
  • Berkurangnya kemampuan berbicara. Bisa diindikasikan dengan bicara yang kurang jelas atau pelat. Dalam beberapa kasus askep stroke, stroke berat juga dapat mengakibatkan lidah kaku bahkan bibir yang miring menyamping.
  • Sukar menelan.
  • Kehilangan kontrol terhadap air kencing dan tinja, sehingga sering berak atau kencing di celana.
  • Kehilangan daya ingat dan konsentrasi.
  • Terjadi perubahan prilaku.

D. Faktor Resiko Yang Harus Dipertimbangkan Dalam Menghadapi Kasus Askep Stroke

1. Hipertensi

Dalam kajian askep stroke, hipertensi dapat dijadikan salah satu acuan terjadinya penyumbatan darah. Hipertensi yang tidak segera ditangani dapat menimbulkan pecahnya pembuluh darah atau thrombus sehingga mengganggu aliran darah ke otak.

2. Aneurisma Pembuluh Darah Cerebral

Yaitu terjadinya kelainan pembuluh darah, dimana ada bagian pembuluh darah yang mengalami penebalan dan di barengi dengan penipisan pembuluh darah di bagian lainnnya. Jika aneurisma terjadi pada pembuluh darah otak, maka bagian yang mengalami penipisan bisa saja robek dan kemudian menyebabkan perdarahan.

3. Kelainan Jantung / Penyakit Jantung

Kelainan atau penyakit jantung sangat mempengaruhi volume, kecepatan, dan tenaga jantung ketika memompa darah. Kelainan jantung dapat menyebabkan turunnya output kardiak sehingga aliran darah menuju otak juga akan semakin kecil.

4. Diabetes Melitus (DM)

Dalam askep stroke, ada dua alasan mengapa penderita diabetes mellitus beresiko terkena penyakit stroke. Alasan pertama adalah kenaikan viskositas darah sehingga laju darah menjadi lebih lambat. Alasan kedua adalah adanya microvaskuler atau penyempitan pembuluh darah mikro yang turut menghambat supllay darah menuju otak.

5. Usia Lanjut

Semakin lanjut usia semakin besar resiko terkena stroke. Resiko penyakit stroke akan berlipat ganda ketika seseorang menginjak usia 55 dan diusia 65 tahun hampir semua jenis stroke sangat mungkin diderita. Meski dalam askep stroke ini dijelaskan bahwa umur mempengaruhi resiko stroke, bukan berarti yang berusia muda tak mungkin terkena stroke karena pada dasarnya stroke adalah penyakit yang tak memandang usia.

6. Polisitemia

Polisitemia adalah kelainan yang disebabkan oleh meningkatnya jumlah sel darah akibat pembentukan sel darah merah yang berlebih. Saat menderita polisitemia, viskositas darah akan bertambah sehingga aliran darah menjadi lambat dan perfusi otak menurun. Karenanya dalam askep stroke, poisitemia juga turut disebut sebagai faktor resiko penyakit stroke yang tak terkendali.

7. Peningkatan Kolesterol (Lipid Total)

Penumpukan kolestrol dalam tubuh dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah oleh lemak. Selain itu, kadar kolestrol tinggi dalam darah akan menyebabkan darah lebih kental sehingga proses pendistribusiannya ke otak juga akan terhambat.

8. Obesitas

Obesitas termasuk dalam faktor resiko yang dikaji dalam askep stroke karena obesitas dapat berujung pada kenaikan tekanan darah dan juga kolestrol.

9. Perokok

Merokok dapat menyebabkan pembentukan plak pembuluh darah atau yang sering disebut sebagai aterosklerosisi akibat timbunan nikotin.

10. Kurang Aktivitas Fisik

Kurang aktifitas fisik dapat meyebabkan menurunnya kelenturan tubuh, termasuk juga pembuluh darah otak.

E. Komplikasi Stroke

Ada 3 komplikasi utama yang wajib dipelajari dalam askep stroke.

  1. Vasospasme, yaitu penyempitan pembuluh adarah otak
  2. Hidrosefalus, yakni akumulasi berlebih pada caira pada otak
  3. Disritmia

F.  Penatalaksanaan Askep Stroke

Inti dari askep stroke adalah mempelajari seputar dasar dasar penyakit stroke dan menemukan tindakan medis yang tepat. Secara umum, tindakan medis yang tepat dijabarkan pada poin berikut.

  1. Diuretik perlu diresepkan untuk kasus askep stroke dengan komplikasi hedrocefalus atau penumpukan cairan di otak.
  2. Antikoagulan dapat diberikan kepada penderita stroke untuk mecegah tejadinya penyumbatan pembuluh darah ulangan.
  3. Medikasi anti trombosit juga dapat diserepkan, karena peranan trombosit harus ditekan dalam pembentukan trombus dan embolisasi.
  4. Memberikan obat pengancur pembekuan untuk melancarkan kembali peredaran darah merupakan salah satu tindakan askep stroke yang patut dipertimbangkan. Dengan menghancurkan sumbatan, diharapkan fungsi organ yang mengalami kelumpuhan segera pulih. Contohnya adalah produk Gravistro untuk penyumbatan
  5. Pemberian monitol atau kortikosteroid juga disarankan untuk mengurangi pembengkakan otak pada kasus askep stroke akut.
  6. Respirator atau alat bantu nafas diberikan jika pasien mengalami kesulitan mempertahankan kestabilan nafasnya.
  7. Pemberian enzim fibrinolisis dari Lumbrokinase yang dapat membantu melancarkan darah dan melarutkan plak penyumbatan yang menyebabkan penyakit pada penderita stroke iskemik.
  8. Terapi psikis atau obat-obatan juga harus diberikan pada pasien setelah sembuh dari stroke. Ini digunakan untuk mengurangi stress dan depresi pada pasien dengan kasus askep stroke akut.

G. Pencegahan Penyakit Stroke

Pencegahan stroke sangat penting untuk diketahui oleh tenaga medis. Diharapkan, langkah pencegahan ini dapat dilakukan sebagai langkah edukasi agar pasien yang sebelumnya memiliki resiko tinggi stroke dapat mengontrol kesehatan mereka. Dalam pembelajaran askep stroke, pencegahan stroke iskemik yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Pengendalian tekanan darah (jangan sampai terkena hipertensi)
  2. Mengecek kadar kolestrol secara berkala.
  3. Mengatur pola makan.
  4.  Menghentikan kebiasaan minum alkohol.
  5. Menghindari obat obatan terlarang, terutama kokain.
  6. Berhenti merokok.
  7.  Menghindari kontrasepsi oral.
  8. Menghindari makanan manis, berminyak, asin, dan berkolestrol tinggi.

H. Pemeriksaan Penunjang Dalam Askep Stroke.

  1. CT Scan adalah penentu utama apakah terjadi infark atau pendarahan di otak. Dengan melakukan CT Scan tindakan askep stroke dapat dilakukan dengan tepat.
  2. Scan Resonasi Magnetik (MRI) merupakan alat medis yang lebih baik dibanding CT Scan. Melalu MRI infrak serebri dapat dideteksi lebih dini dan juga batang otak dapat dilihat. Sehingga progonosis yang diambil akan semakin baik.
  3. Ekokardiografi, memungkinkan perekaman irama jantung. Rekaman irama jantung ini dapat mengabarkan kondisi jantung serta mendeteksi adanya emboli jantung.
  4. Ultrasonografi doppler stenosis karotis.
  5. Ultrasonografi doppler transkranial.
  6. Angiografi Resonansi Magnetik digunakan untuk mengindikasi stenosis atau oklusi arteri baik ekstrakranial maupun intrakranial.
  7. Pemantauan holter untuk mengindikasi fibrilasi atrium intermiten.

I. Prognosis

Dalam dunia media ada 2 istilah yang saling berkaitan, yaitu diagnosis dan prognosis. Diagnosis merupakan simpulan dari hasil temuan atau evaluasi. Dalam askep stroke evaluasi dilakukan sengan serangkaian pemeriksaan. Hasil pemeriksaan ini dijadikan dasar untuk merumuskan prognosis atau tindakan yang disesuaikan dengan hasil diagnosis.

Pada beberapa kasus askep stroke didapati penderita yang didiagnosis memiliki kerusakan sebagian otak, namun prognosis untuk masing-masing pasien berbeda. Hal ini dikarenakan, pada beberapa orang, otak yang sehat dapat mengcover bagian otak yang rusak sehingga tubuh masih dapat berfungsi meski tak sempurna.

J. Askep stroke

Askep stroke diawali dengan pengkajian. Adapun hal yang dikaji dalam askep stroke antara lain tanda tanda anamnesis atau kelainan syaraf, riwayat penyakit terdahulu, riwayat keluarga, riwayat sosial, riwayat pemakaian obat dan juga pemeriksaan fisik. Dari hasil pengkajian dilakukan disgnosis kerawatan.

Perawatan pasien stroke memang lebih rumit, jika sedikit saja melakukan kesalahan, mungkin pada makanan dan yang lainnya dapat mengakibatkan hal yang fatal.

Askep stroke adalah pengetahuan tentang penyakit stroke yang harus dikuasai oleh tenaga medis. Tanpa penguasaan ilmu dasar askep stroke tak akan mungkin seorang tenaga medis mampu melakukan diagnosis dan menentukan prognosis atau penanganan yang tepat.

Stroke Iskemik dan Stroke Hemoragik

Seberapa Jauh Anda Mengenal Stroke Iskemik Dan Stroke Hemoragik ?

askep stroke asuhan keperawatan strokeStroke Iskemik Dan Stroke Hemoragik – Penyakit stroke terbagi menjadi dua jenis yaitu Stroke Iskemik dan Stroke Hemoragik.

Stroke iskemik adalah stroke yang disebabkan karena cabang pembuluh darah di otak mengalami penyumbatan yang biasanya diakibatkan oleh kolesterol dan racun dalam tubuh seperti radikal bebas.

Sedangkan Stroke Hemoragik adalah stroke yang disebabkan karena cabang pembuluh darah yang berada di otak pecah dan mengalami pendarahan sehingga fungsi tubuh terganggu. Kerusakan ini di sebabkan karena kerapuhan yang terjadi di dinding pembuluh darah yang telah berlangsung sangat lama. Proses penuaan pembuluh darah ini di sebabkan karena adanya berbagai faktor.

perbedaan stroke iskemik dan stroke hemoragik

Jenis – Jenis Stroke

1. Stroke Iskemik

stroke iskemik disebut juga stroke penyumbatan pembuluh darahStroke Iskemik Adalah penyakit stroke yang disebabkan karena pembuluh darah di otak mengalami penyumbatan pada pembuluh darah. Penyumbatan ini sendiri dapat diakibatkan karena faktor pola hidup termasuk pola makan yang tidak sehat dan tidak baik.

Kabar baiknya adalah stroke ini dapat disembuhkan karena penyumbatan ini sendiri disebabkan oleh “benda-benda” yang berada dalam darah seperti penumpukan kolestrol dan radikal bebas, penumpukan pada dinding pembuluh darah ini merupakan protein terlarut yang disebut juga fibrin.

Pengobatannya selain melakukan terapi dapat dilakukan juga dengan mengkonsumsi Enzim Fibrinolysis yaitu enzim yang bekerja untuk melarutkan fibrin yang telah menumpuk pada dinding pembuluh darah dan membantu mengembalikan elastisitas pembuluh darah.

Pengobatan cara ini jarang sekali diketahui oleh masyarakat Indonesia pada umumnya, tetapi produk ini telah menjadi penemuan yang luar biasa di Amerika dan Eropa karenaEnzyme Fibrinolysis terbukti secara medis  dapat berhasil menghilangkan penyumbatan pada pembuluh darah baik di otak maupun di jantung.

2. Stroke Hemoragik

stroke penyumbatan pembuluh darah pada otakStroke Hemoragik atau Pendarahan Adalah penyakit stroke yang disebabkan karena adanya pembuluh darah di otak yang mengalami pecah baik karena faktor penuaan sehingga rapuh ataupun hipertensi sehingga saraf menjadi rusak sehingga mengganggu kinerja saraf yang berhubungan dengan motorik.

Stroke hemoragik ini di bagi menjadi 2 macam, antara lain:

1. Pendarahan Intrasebal, pendarahan ini terjadi intraserebal, atau di dalam otak. Kemunculan pendarahan ini disebabkan karena hipertendi maligna, penyebab lainnya seperti tumor otak yang sudah berdarah, malformasi atau kelainan pembuluh darah yang telah pecah.

2. Pendarahan Subarakhnoid, pendarahan ini terjadi akibat masuknya darah yang berada di ruang subarakhnoid pada bagian otak yang berasal dari pendarahan atau pecahnya pembuluh darah dari rongga lain atau rongga itu sendiri.

Proses terjadinya stroke hemoragik apabila seseorang telah mengalami pendarahan, darah akan di paksa masuk ke jaringan otak dan dapat merusak neuron atau sel-sel otak sehingga bagian otak yang telah terkena tidak mampu untuk berfungsi dengan benar.

Pecahnya aneurisma ini merupakan penyebab pendarahan subarakhnoid. Di pendarahan subarakhnoid sendiri darah akan di dorong untuk masuk ke ruang subarakhnoid dan akan mengelilingi otak.

Pada awalnya, jaringan otak ini tidak terpengaruh, namun semakin lama akan terganggu. Gejala subarakhnoid ialah nyeri yang terjadi di kepala. Para penderita sering sekali mengabaikan nyeri ini, ciri nyeri yang terjadi seperti timbul secara mendadak, tanpa sebab, dan terasa sangat sakit.

Gejala Stroke Yang Harus Anda Waspadai

Gejala ini bergantung dari lokasi pendarahan serta banyaknya jaringan otak yang sudah terkena. Biasanya gejala ini muncul secara tiba-tiba, sering selama aktivitas berlangsung, dan tanpa peringatan.

Beberapa gejala stroke iskemik maupun hemoragik antara lain adalah :

  • Berubahnya tingkat kesadaran.
  • Sulit untuk berbicara ataupun memahami orang lain.
  • Sulit untuk membaca dan menulis.
  • Sulit untuk menelan.
  • Hilangnya koordinasi.
  • Munculnya perubahan gerakan, biasanya dalam hal ini satu sisi tubuh akan mengalami kesulitan penggerakan.
  • Muntah dan mual.
  • Kesemutan yang terjadi pada satu sisi tubuh.
  • Hilangnya keseimbangan.
  • Lemah di salah satu bagian tubuh.

Terapi Penderita Stroke Hemoragik

stroke hemoragik tidak dapat disembuhkan kecuali terapiBagi penderita Stroke Hemoragik, untuk membantu penyembuhan bisa di lakukan dengan terapi. Terapi untuk stroke jenis ini, biasanya di berikan setelah 3 minggu selang terjadinya masa akut. Saat mengambil langkah terapi, terlebih dahulu harus di ketahui, apakah penyebab dari serangan ini, seperti aneurisma, terjadi iskemik atau karena hipertensi.

Untuk rehabilitasi stroke, terapi ini bisa membuat penderita sembuh, asalkan di tangani dalam masa 6 jam atau kurang dari waktu tersebut, hal ini di lakukan agar penderita tidak mengalami kecacatan, namun sayangnya, penderita datang setelah 48 hingga 72 jam, setelah terjadi serangan.

Terapi Penyembuhan Penderita Stroke Iskemik Atau Stroke Penyumbatan

stroke iskemik dapat disembuhkan dengan produk gravistroStroke Iskemik pada dasarnya mirip dengan penyakit jantung koroner yaitu terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah, berbeda dengan stroke hemoragik yang hampir bisa dikatakan sulit untuk pulih secara total, stroke iskemik memiliki peluang yang lebih besar untuk mengalami kesembuhan lebih baik.

Penggunaan obat herbal dan alami di Indonesia untuk membantu penyembuhan penyakit stroke iskemik ini dapat dilakukan dengan mengkonsumsi produk yang mengandung enzim lumbrokinase yaitu salah satunya produk Gravistro. Enzim lumbrokinase berfungsi untuk melarutkan plak sumbatan dan thrombus yang ada pada dinding pembuluh darah besar sampai dengan mikro sirkulasi seperti pada pembuluh darah halus di kepala.

Penyakit Stroke Iskemik / Penyumbatan Dapat Disembuhkan!

mencegah penyakit jantung koroner dengan gravistroAda kabar baik baik penderita penyakit Stroke Iskemik atau Stroke yang disebabkan karena adanya penyumbatan pada pembuluh darah halus di kepala.

Dengan pembuktian klinis dan ilmiah, Gravistro dengan kandungan aktifnya enzim lumbrokinase mampu membantu pemulihan penderita penyakit stroke iskemik dengan waktu yang relatif cukup singkat.

Penggunaan enzim lumbrokinase ini dilakukan selama 6 bulan, dampak positif awal pemulihan cukup cepat dirasakan oleh pasien yang biasanya terjadi setelah 20 – 30 hari pertama mengkonsumsi enzim lumbrokinase ini.

Gravistro bekerja dengan melarutkan plak penyumbatan pada pembuluh darah terutama disekitar jantung (penyebab jantung koroner) dan kepala (penyebab stroke) serta seluruh tubuh, dan produk ini merupakan produk alami sehingga aman digunakan untuk pencegahan maupun pemulihan.

Klik pada gambar dibawah ini atau klik disini untuk melihat cara kerja dan manfaat produk Obat Jantung dan Stroke Iskemik Gravistro yang telah dibuktikan secara klinis dan ilmiah.

makanan penyebab penyakit jantung

Tips Menghindari Resiko Penyakit Stroke

Tips Menghindari Resiko Penyakit Stroke

Penyakit stroke merupakan sebuah penyakit yang cukup berbahaya yang harus kita hindari. Oleh karena itu anda pasti membutuhkan tips menghindari resiko penyakit stroke yang pastinya akan sangat berguna bagi anda. Menghindari beberapa penyakit ini bisa anda lakukan dengan cara beberapa hal yang pastinya akan sangat menyehatkan anda. Ada beberapa hal yang memang sangat wajib anda ketahui. Selain itu ini merupakan hal yang sangat penting yang harus anda perhatikan tidak peduli berapa usia anda saat ini.

Cara mencegah penyakit stroke

Ada beberapa orang yang sering kali mengabaikan penyakit ini dan tetap saja melakukan gaya hidup yang tidak semestinya. Beberapa orang bahkan sangat tidak peduli dengan kesehatan yang mereka miliki ini. Namun sebaiknya anda memiliki sikap yang peduli dan mulai untuk mencari tahu cara pencegahan penyakit yang baik. Salah satu yang bisa anda lakukan adalah seperti dibawah ini antara lain:

  1. Berolahraga, ini akan membuat seluruh anggota tubuh anda bergerak dan pastinya akan membuat anda semakin sehat karena kolesterol atau lemak akan terbakar menjadi energi sehingga faktor resiko penumpukan fibrin (akibat kolestrol) pada dinding pembuluh darah dapat berkurang.
     
  2. Makan makanan sehat, ini akan membuat asupan gizi anda terpenuhi tanpa harus memiliki penyakit, konsumsi buah, sayur dan beberapa kacang-kacangan dengan kadar kolestrol baik (HDL) akan membantu memperlancar peredaran darah. Jangan menkonsumsi makanan berkolestrol jahat seperti lemak hewani (LDL).
     
  3. Menggerakkan beberapa organ tubuh, ini akan menghindari anda dari beberapa kekakuan yang terjadi pada tulang anda.
     

Saraf merupakan salah satu bagian tubuh yang sangat penting yang harus anda ketahui beberapa fungsinya. Beberapa fungsi saraf memang sering kali tidak banyak diketahui. Sebenarnya saraf berfungsi untuk mengantarkan beberapa informasi ke otak kita dan begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu jika terjadi gangguan pada saraf kita akan semakin membuat kita tersiksa dan akan membuat akibat yang sangat parah karena berhubungan langsung dengan otak kita.
 

Ada beberapa hal yang memang bisa membuat anda semakin merasakan bahwa penyakit ini mengancam anda. Oleh karena itu anda harus memiliki beberapa cara supaya anda terhindar dari beberapa penyakit ini. Berikut ini adalah cara terbaik yang bisa anda lakukan antara lain:

  • Kurangi mengkonsumsi garam, karena garam akan membuat tekanan tubuh tinggi dimana pembuluh darah menjadi mengencang (kehilangan elastisitas) yang mengakibatkan beberapa penyakit salah satunya adalah penyakit stroke.
     
  • Tidak minum beralkohol berlebihan, karena bisa merusak beberapa organ tubuh kita salah satunya adalah pembuluh darah.
     
  • Tidak merokok, ini akan membuat kerja tubuh kita semakin terganggu dan akan membuat kita semakin sulit untuk bernapas.
     

Jika anda sudah mengetahui beberapa cara untuk mencegah ini merupakan hal yang baik karena pastinya anda akan semakin menjaga kondisi tubuh keluarga anda. Salah satu hal yang memang akan sangat membantu anda adalah dengan mempelajari beberapa hal ini. Menghindari resiko penyakit stroke memang harus sekali anda lakukan agar anda bisa menjaga kesehatan tubuh anda dan juga keluarga anda.

Pencegahan Penyakit Stroke

Pencegahan Penyakit Stroke Untuk Menghindari Resiko Bahaya Penyakit Stroke

Ada beberapa orang yang saat ini mulai banyak terserang penyakit karena mereka masih belum memiliki gaya hidup yang baik. Bahaya stroke merupakan salah satu penyakit yang bisa membuat anda dan juga beberapa anggota keluarga anda merasakan beban yang cukup berat.

Penyakit stroke merupakan sebuah penyakit yang menyerang sistem saraf seseorang, berdasarkan beberapa informasi penyakit ini bisa menyerang siapa saja dan tidak memandang umur mereka. Oleh karena itu kita harus berhati-hati dengan penyakit ini.

Beberapa orang memang merasa penyakit ini bisa menyerang mereka dan juga bisa menyerang kapan saja. Jadi ada beberapa orang yang saat ini sudah mulai mengurangi gaya hidup buruk mereka. Mereka takut kalau penyakit ini menyerang saraf mereka. Ada beberapa bahaya yang disebabkan oleh penyakit ini. Berikut ini adalah beberapa bahaya yang akan ditemukan antara lain:

  1. Merusak jaringan saraf, beberapa saraf yang ada di tubuh kita akan terputus akibat terjadinya sebuah kejadian yang memang membuat saraf terbentur.
     
  2. Kelumpuhan, akan terjadi beberapa kelumpuhan pada beberapa organ kita yang bisa membuat kita sulit untuk melakukan beberapa hal.
     
  3. Kematian, jika penyakit ini gagal atau terlambat ditangani bisa menyebabkan akibat yang paling akhir yaitu kematian.
     

Sebagai orang yang cerdas sudah seharusnya kita mulai untuk menjalani beberapa gaya hidup yang sehat yang pastinya akan membantu mereka agar tidak terkena penyakit ini. Anda harus mulai bisa mengatur bagaimana caranya agar anda dan keluarga anda bisa terhindar dari penyakit ini. Ada beberapa hal yang memang akan sangat membantu anda.

Akibat terkena stroke bagi kehidupan

Ada beberapa hal yang memang akan menjadi hambatan jika anda terkena penyakit stroke ini. Oleh karena itu anda harus tahu beberapa hal yang memang akan anda alami jika anda terkena penyakit ini. Berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin anda alami antara lain:
 

  • Aktivitas terhambat, anda akan sulit menjalankan beberapa aktivitas karena pergerakan tubuh anda akan terhambat.
     
  • Tidak bisa bekerja, akibat kelumpuhan anda tidak bisa lagi melanjutkan beberapa pekerjaan yang memang seharusnya anda lakukan.
     
  • Sulit berbicara, ini diakibatkan jika saraf pada organ bicara anda terganggu dan akan sulit untuk berbicara.
     

Apabila anda sudah terkena penyakit ini dan sudah hampir sembuh maka anda tidak boleh langsung bersenang hati karena anda masih harus berhati-hati. Penyakit ini masih bisa menyerang anda kapan saja dan masih mungkin bisa membuat anda menderita lagi. Oleh karena itu menerapkan gaya hidup yang sehat merupakan hal yang baik agar terhindar dari bahaya stroke yang bisa mengancam kita kapan saja. Jadi jangan sampai anda terkena penyakit ini lagi untuk kesekian kalinya.

7 Langkah Ampuh Pencegahan Penyakit Stroke Sejak Dini

pencegahan penyakit stroke 
Stroke memang saat ini bisa menjadi momok yang sangat menakutkan. Cara yang paling tepat untuk mengatasi stroke in ialah pencegahan penyakit stroke yang di lakukan sejak dini, dengan melakukan pencegahan, tentu saja dapat meminimalisir terjadinya stroke. Jumlah penderita stroke yang berada di Indonesia sendiri semakin meningkat di tiap tahunnya.
 
Pada tahun 2012 lalu saja, penderita stroke sudah mencapai 500.000, dan 12.500 orang kehilangan nyawanya akibat penyakit tersebut, dan sisanya mengalami cacat. Oleh karena itu, pencegahan penyakit stroke ialah langkah awal yang harus kita lakukan.

Penyebab penyakit stroke sendiri ada 2 jenis, antara lain:
  • Risiko medis, faktor yang satu ini bisa terjadi dan menyebabkan stroke seperti hipertensi, kolesterol, diabetes, terjadinya gangguan jantung, hingga adanya riwayat stroke yang terjadi di keluarga. Menurut adanya data statistik, sebanyak 80% pemicu dari penyakit stroke ialah hipertensi atau yang sering di kenal dengan tekanan darah tinggi.
     
  • Dari kebiasaan hidup penderita, faktor dari dalam penderita sendiri bisa seperti gaya hidup yang kurang sehat, gemar mengkonsumsi minuman beralkohol, berbagai makanan cepat saji, hingga tidak adanya aktifitas olahraga.

Stroke memang sangat menyeramkan, namun pencegahan penyakit stroke ini juga bisa di lakukan dengan mudah, berikut 7 langkah mudah pencegahan penyakit stroke, seperti:

  1. Hindarilah kebiasaan merokok, merokok dapat menyebabkan pengerasan yang terjadi di dinding pembuluh darah, serta membuat darah menjadi lebih mudah menggumpal,
     
  2. Periksalah tekanan darah dengan rutin, tentu Anda sudah tahu jika penyebab stroke juga bisa dikarenakan tekanan darah yang terlalu tinggi, jadi secara berkala periksalah tekanan darah Anda,
     
  3. Jangan terlalu stress, stress atau depresi ini bisa memperlambat kinerja otak,
     
  4. Makan berbagai makanan yang sehat, hindari makanan seperti daging merah terlalu banyak,
     
  5. Olahraga dengan teratur, olahraga dapat mensinkronkan seluruh anggota tubuh Anda, Anda akan terbebas dari penyakit jantung, otomatis akan memperkecil kemungkinan penyakit stroke,
     
  6. Kendalikan berat badan, berat badan yang berlebih dapat menyebabkan diabetes dan dapat memperbesar risiko stroke akibat kolesterol yang menjadi penumpukan pada dinding pembuluh darah,
     
  7. Jangan mengkonsumsi alkohol berlebihan.

 

pencegahan penyakit strokeJika Anda kurang terbiasa dalam melakukan pola hidup yang sehat, melakukan kebiasaan-kebiasaan ini akan terasa berat. Namun jika Anda terbiasa melakukannya, pola ini akan terbentuk dengan sendirinya. Selain pengetahuan mengenai pencegahan, Anda juga harus terus menambah informasi mengenai kesehatan, seperti beragam obat-obatan tentang penambah hormon atau obat-obatan yang tidak boleh di konsumsi.
 
Pencegahan penyakit stroke ini bisa Anda lakukan sejak dini, ajarkan pula kepada anak Anda. Seperti pentingnya hidup sehat, pentingnya pencegahan, hingga manfaat yang bisa di rasakan, agar sejak dini pun mereka sudah membiasakan untuk menjalankan pola hidup sehat. Tidak ada salahnya untuk mencoba selama kegiatan tersebut bisa melakukan terhadap pencegahan penyakit stroke.

Pertolongan Pertama Penyakit Stroke yang Wajib Anda Tahu

Stroke ialah penyakit syaraf yang banyak mengakibatkan kematian ataupun cacat. Bahkan stroke ini ialah salah satu dari 3 penyebab kematian yang berada di dunia. Sebagaimana yang sering kita lihat, stroke ini dapat menyerang siapa saja, entah pria atau wanita, tua atau muda. Inilah sebabnya, pengetahuan mengenai pertolongan pertama penyakit stroke harus Anda tahu, agar ketika saudara atau teman Anda mengalami serangan stroke ini, Anda tidak salah dalam melakukan tindakan.

Serangan stroke ini dapat menyerang siapa saja, apalagi untuk mereka yang memiliki penyakit yang berbahaya seperti kencing manis, darah tinggi, jantung, kolesterol yang tinggi, obesitas, tetapi stroke ini sangat riskan untuk penderita hipertensi. Serangan stroke bisa berkaitan erat dengan darah tinggi yang dapat kemunculan kerusakan dinding di pembuluh darah yang tidak merata.

 
Gejala stroke memang bisa menyerang kapan saja. Tidak mengenal waktu ataupun tempat. Bahkan untuk orang yang dinyatakan sehat oleh dokter saja bisa saja bisa tiba-tiba mengalami penyakit ini. Ketika Anda melihat seseorang yang terkena serangan ini, tentu Anda tidak boleh berdiam diri. Anda harus ikut menolong, tapi belum tahu cara pertolongannya?

 
Jika Anda sedikit saja salah melakukan tindakan, dampak yang di timbulkan akan sangat besar. Agar Anda tidak keliru melakukan pertolongan, berikut ialah pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan, antara lain:

  1. Saat keluarga atau orang di sekitar Anda tiba-tiba mengalami stroke, jangan panik. Anda harus tetap bersikap tenang,
     
  2. Jangan pindahkan penderita ke tempat lain, biarkan ia berada di tempat ketika ia terjatuh, karena bila Anda memindahkan penderita akan lebih mempercepat perpecahan pembuluh darah yang berada di otak,
     
  3. Bantu penderita untuk mengambil posisi duduk yang tepat, agar ia tidak terjatuh kembali,
     
  4. Jika Anda sudah selesai membetulkan posisi duduknya, Anda bisa mengeluarkan darah,
     
  5. Pengeluaran darah ini yang terbaik memang menggunakan jarum suntik, tetapi bila tidak ada jarum suntik, Anda dapat menggunakan jarum jahit ataupun peniti, namun harus Anda sterilkan terlebih dahulu,
     
  6. Cara untuk mensterilkan dengan cara di bakar,
     
  7. Setelah selesai di sterilkan lakukan penusukan di 10 ujung jari yang berada di tangan, titik penusukan 1mm dari ujung kuku, setiap jari tusukkan sebanyak 1 kali,
     
  8. Bila mulut penderita mencong, Anda bisa menarik telinga penderita hingga kemerahan, setelah itu ujung bawah daun telinga tusuk sebanyak 2 kali.
     

Setelah Anda selesai melakukan pertolongan dan mulut penderita normal kembali, artinya tidak akan ada efek fatal yang di alami penderita, Anda bisa segera membawanya ke rumah sakit. Anda tidak perlu takut atau khawatir dengan pertolongan pertama penyakit stroke yang Anda lakukan. Jika Anda tidak pernah melakukan pertolongan ini sebelumnya, Anda jangan ragu. Keraguan, kepanikan malah akan memperparah keadaan.

Gravistro Obat Jantung & Stroke

Gravistro obat jantung dan stroke