Waspadai Penyakit Neuropati Diabetes, Simak Penjelasan dan Pengobatannya

Waspadai Penyakit Neuropati Diabetes, Simak Penjelasan dan Pengobatannya

cara mencegah diabetes dan neuropati diabetesNeuropati Diabetes – Pernahkah anda mendengar kata Neuropati Diabetes? Mungkin bagi orang awam kata diabetes lah yang sering didengar.

Penyakit neuropati diabetes memang jarang sekali dibahas. Sehingga banyak orang yang belum mengenal dan memahami penyakit neuropati diabetes.

Kali ini akan dibahas secara mendetail mengenai penyakit neuropati diabetes ini. Mulai dari pengertiannya, gejala, dan cara mengobatinya. Simak penjelasan berikut ini.

Jenis – Jenis Neuropati

penyakit neuropati diabetes dapat terjadi kapan sajaPada dasarnya penyakit neuropati diabetes ini merupakan gejala yang disebabkan oleh diabetes. Dalam hal ini berarti bermula dari penyakit diabetes dan menyebabkan komplikasi penyakit neuropati.

Neuropati sendiri merupakan sebuah istilah yang menunjukkan kondisi yang berhubungan dengan gangguan syaraf.

Kata neuropati artinya adalah kerusakan syaraf. Syaraf berada dalam tubuh manusia sangatlah banyak. Syaraf tersebut juga dapat mengalami gangguan akibat penyakit tertentu ataupun cedera.

Neuropati memiliki jenis-jenis atau golongan tertentu. Karena lokasi syaraf manusia yang berbeda-beda dan yang membedakan adalah penyakit awalnya.

Berikut ini akan dijelaskan jenis-jenis neuropati secara umum.

1. Neuropati Perifer

Gangguan syaraf ini menyerang syaraf yang ada di otak luar dan tulang belakang. Perifer sendiri merupakan salah satu sistem syaraf, yaitu syaraf gerak. Oleh karena itu, neuropati perifer menyerang anggota gerak seperti kaki, jari kaki, tungkai, tangan, lengan dan jari tangan. Neuropati perifer ini memiliki gejala-gejala yang berdampak pada syaraf motorik dan sensorik.

Gejala neuropati pada syaraf motorik antara lain kedutan dan kram otot, satu atau bahkan dari beberapa otot menjadi lemah atau lumpuh, sulit mengangkat kaki depan dan berjalan, dan penurunan massa otot.

Sementara pada syaraf sensorik antara lain kesemutan dan seperti tertusuk – tusuk pada bagian tertentu, rasa perih bahkan menyengat di bagian kaki, suhu tubuh pada kaki mengalami perubahan, kehilangan keseimbangan, dan merasakan sakit oleh rangsangan yang tidak seharusnya sakit.

2. Neuropati Otonom

Gangguan syaraf atau Autonomic Neuropathy yang satu ini terjadi pada syaraf involunter. Pada sistem syaraf ini mengendalikan sirkulasi darah, detak jantung, sistem pencernaan, respon seksual, keringat, dan fungsi kandung kemih.

Gejala akibat gangguan syaraf ini antara lain sering diare di malam hari, kembung, tekanan darah rendah, merasa mual, dan sering bersendawa, terjadi gangguan seksual, detak jantung terlalu cepat, kesulitan dalam menelan makanan, kesulitan untuk buang air besar, dan keluar keringat berlebih.

3. Neuropati Cranial

Gangguan syaraf ini terjadi di salah satu dari syaraf tulang belakang pada bagian bagian atas. Beberapa contoh dari neuropati kranial ini adalah neuropati optik dan neuropati auditori. Neuropati optik kerusakan syaraf kranial yang mengirimkan sinyal visual dari retina ke otak.

Gangguan syaraf ini dapat mengganggu kerja mata. Sedangkan neuropati auditori adalah gangguan syaraf kranial yang mengirimkan sinyal suara dari telinga bagian dalam menuju otak. Sementara gangguan syaraf ini dapat mengganggu kerja telinga.

4. Neuropati Fokal

Gangguan syaraf satu ini mempengaruhi salah satu atau bahkan di satu kelompok syaraf , atau salah satu bagian di dalam tubuh. Gejalanya dapat muncul secara tiba-tiba dan tergantung syaraf mana yang diserang atau mengalami gangguan.

Neuropati fokal atau biasa juga disebut mononeuropati ini memiliki gejala antara lain kesemutan pada salah satu sisi di wajah, jari- jari tangan yang melemah, rasa sakit dan lemah pada bagian kaki, dan muncul rasa sakit dibagian mata serta kehilangan fokus.

Penyebab Munculnya Neuropati

Seseorang mengalami gangguan syaraf atau neuropati memiliki banyak faktor penyebab. Penyebabnya dapat karena cedera, infeksi, atau penyakit tertentu. Berikut ini akan dijelaskan penyebab munculnya neuropati pada seseorang.

1. Trauma atau cedera

Dalam hal ini gangguan syaraf disebabkan karena seseorang mengalami trauma atau cedera. Pada umumnya trauma atau cedera terjadi akibat kecelakaan yang dialami seseorang. Trauma atau cedera tersebut dapat menyebabkan gangguan pada salah satu atau beberapa syaraf.

2. Diabetes

Penyakit diabetes juga sering dihubungkan mengapa seseorang mengalami neuropati. Umumnya jenis neuropati yang terjadi adalah neuropati perifer. Dan kondisi ini disebut dengan neuropati diabetes. Gangguan syaraf ini dapat menjadi lebih berbahaya jika penyakit diabetes yang telah diderita tidak terkendali. Penderita akan mengalami obesitas dan hipertensi. Hal ini berarti yang dimaksud dengan penyakit neuropati diabetes merupakan gangguan syaraf yang disebabkan oleh penyakit diabetes.

3. Penyakit autoimun

Penyebab gangguan syaraf atau neuropati selanjutnya adalah akibat penyakit autoimun. Penyakit autoimun itu sendiri antara lain penyakit lupus sistemik,, rheumatoid arthritis, dan sindrom sjogren.

4. Infeksi

Infeksi yang disebabkan virus atau bakteri juga dapat menyebabkan neuropati. Contohnya adalah karena HIV, penyakit lyme, dan sifilis/raja singa.

5. Tumor

Adanya tumor pada bagian tubuh tertentu juga dapat menyebabkan neuropati. Tumor tersebut menekan syaraf disekitar area tempat tumor tersebut tumbuh. Baik tumor ganas maupun jinak, dapat menyerang sistem jaringan syaraf. Akibatnya terdapat bagian tubuh yang nyeri.

6. Obat-obatan, alkohol, dan racun

Orang yang sering mengkonsumsi obat-obatan juga dapat mengalami neuropati. Obat seperti antibiotik dan vincristine dapat mengganggu beberapa syaraf tertentu. Pengguna alkohol juga rawan terkena neuropati. Karena mereka yang sering mengkonsumsi alkohol kekurangan vitamin dan nutrisi. Racun yang ada disekitar anda juga bisa menyebabkan neuropati. Racun tersebut antara lain senyawa emas, timah, arsenik, pestisida, dan merkuri. Jika anda berada atau sering menemui racun ini di sekitar anda, maka ada kemungkinan dapat mengalami neuropati.

Apa itu Neuropati Diabetes?

penyakit neuropati diabetes disebabkan karena penyakit diabetesSetelah kita mengetahui apa itu neuropati serta penyebabnya, maka akan dibahas mengenai neuropati diabetes itu sendiri.

Neuropati Diabetes adalah kerusakan saraf pembuluh darah yang disebabkan karena diabetes yang umumnya menyerang pada bagian kaki.

Seperti yang sudah sedikit disinggung sebelumnya bahwa penyakit neuropati diabetes merupakan salah satu komplikasi dari penyakit diabetes.

Hal yang dapat terjadi pada seseorang yang mengalami penyakit neuropati diabetes adalah terjadi infeksi yang berulang-ulang, ulkus (tukak lambung) yang tidak kunjung sembuh, bahkan dapat terjadi amputasi kaki atau jari.

Tingkat keparahan penyakit neuropati diabetes berbeda-beda, hal ini dipengaruhi antara lain oleh usia penderita, lama menderita diabetes, kendali glikemik, juga tinggi rendahnya kadar gula darah semenjak penderita mulai memiliki penyakit diabetes.

Faktor utama penyebab penyakit neuropati diabetes ini belum diketahui secara pasti. Namun para ahli mengemukakan bahwa faktor utama dari penyakit neuropati diabetes adalah hiperglikemia persisten. Selain itu ada juga yang berpendapat bahwa penyebabnya adalah seperti kerusakan vaskuler, autoimun, dan nerve growth factor.

Pada faktor hiperglikemia persisten, terjadi peningkatan aktivasi jalur poliol. Hal ini terjadi dengan aktivasi enzim aldose-reduktase yang mengubah glukosa menjadi sorbitol. Selanjutnya dimetabolismekan oleh sorbitol menjadi fruktosa.
Pencampuran sorbitol dan fruktosa ini merusak sel syaraf dan menyebabkan hipertonik intraseluler.

Dalam teori vaskuler, penyakit neuropati diabetes ini disebabkan antara lain karena membran basalis menebal, peningkatan agregasi trombosit, berkurangnya deformitas eritrosit, berkurangnya aliran darah syaraf, serta pembengkakan pada syaraf.

Pada faktor autoimun, ditemukan adanya antineural antibodi pada serum penderita diabetes. Autoantibodi yang beredar secara langsung dapat merusak struktur syaraf motorik dan sensorik. Selain itu juga terdapat penumpukan antibodi dan komplemen pada berbagai komponen saraf suralis.

Pada faktor nerve growth factor (NGF), penderita diabetes mengalami penurunan serum NGF. NGF berfungsi untuk mempercepat dan mempertahankan pertumbuhan syaraf. Apabila mengalami penurunan, maka akan terjadi gangguan neuropati. NGF juga berperan dalam regulasi gen P dan Calcitonin-Gen-Regulated peptide (CGRP). Peptide tersebut mempunyai efek terhadap vasodilatasi, motilisasi intestinal dan nosiseptif. Semua itu mengalami gangguan pada penyakit neuropati diabetes.

Gejala yang muncul pada penderita penyakit neuropati diabetes juga bervariasi. Seperti mengeluh nyeri, tanpa keluhan nyeri, dan hanya dapat dideteksi melalui elektrofiisologis. Keluhannya terjadi dalam bentuk neuropati lokal atau sistemis. Artinya, keluhan tersebut terjadi pada lokasi atau jenis syaraf tertentu.

Penyakit neuropati diabetes itu sendiri merupakan gejala komplikasi dari diabetes yang khas. Selain itu terdapat gejala umum pada penyakit neuropati diabetes tergantung pada jenis serabut syaraf yang mengalami lesi. Gejala tersebut antara lain kesemutan, kebas, terasa tebal, mati rasa, terasa seperti terbakar, dan seperti ditusuk, disobek atau ditikam.

Klasifikasi Penyakit Neuropati Diabetes

kerusakan saraf penderita neuropati diabetesKlasifikasi penyakit neuropati diabetes dibedakan dalam tiga golongan. Dimana setiap golongan memiliki jenisnya sendiri-sendiri. Penyakit neuropati diabetes dibedakan berdasarkan perjalanan penyakitnya, jenis serabut syaraf yang terkena lesi, dan anatomi serabut syaraf perifer.

Menurut perjalanan penyakitnya, penyakit neuropati diabetes dibedakan menjadi neuropati fungsional atau subklinis, neuropati strukturalis atau klinis, dan kematian neuron atau tingkat lanjut.

Klasifikasi penyakit neuropati diabetes menurut jenis serabut syaraf antara lain neuropati difus, polineuropati sensori-motor simetris distal, neuropati otonom, neuropati lower limb, neuropati fokal, neuropati kranial, radikulopati, dan entrapment neuropathy. Sementara menurut anatomi serabut syaraf perifer antara lain sistem motorik, sensorik, dan otonom.

Penyebab penyakit neuropati diabetes ini sekitar 20-30% disebabkan karena penyakit diabetes tipe 2. Sedangkan penderita diabetes tipe 1, umumnya terkena penyakit neuropati diabetes setelah mengidap diabetes selama 10 tahun.

Diabetes memang penyakit yang ganas dan dapat menyebabkan komplikasi. Pola hidup yang tidak sehat tentu saja menjadi faktor utamanya. Saat ini memang penyakit diabetes tidak mengenal usia. Apalagi anda yang sudah berumur 40 tahun keatas, sangat rentan terkena diabetes. Ditambah lagi jika anda adalah perokok berat.

Hal ini akan memperburuk kesehatan anda. jika anda sudah terkena diabetes, rutinlah memeriksakan diri ke dokter. Perikasa secara rutin gula darah anda dan lakukan pula tes konduksi syaraf dan elektromiografi.

Pencegahan terhadap penyakit neuropati diabetes ini juga lebih baik. Antara lain dengan mengendalikan gula darah, tekanan darah, kolesterol, dan perbanyak gizi. Pada intinya, pola hidup sehat sangatlah penting. Makan-makanan yang bergizi, menghindari rokok, dan rajin berolahraga memang saran kesehatan klasik.

Namun dengan inilah anda dapat terhindar dari penyakit yang berbahaya dan mematikan. Seperti penyakit diabetes atau penyakit neuropati diabetes.

Mengobati Penyakit Neuropati Diabetes

neuropati diabetes berbahaya bagi kesehatanPenyakit neuropati diabetes dapat dicegah dan dapat diobati rasa sakitnya. Sejauh ini hanya obat-obatan yang dapat dipakai untuk mengobati penyakit neuropati diabetes. Obat-obatan yang digunakan umumnya untuk meredakan nyeri saja.

Obat-obatan tersebut antara lain acetaminophen (Tylenol), aspirin, atau ibuprofen (motrin, advil). Namun jika obat ini dikonsumsi dengan dosis agak tinggi, akan menyebabkan efek samping. Jadi cobalah menggunakan dosis rendah.

Ada beberapa jenis obat lain yang dapat menghilangkan rasa nyeri karena penyakit neuropati diabetes ini. Antara lain menggunakan antidepresan, obat anti kejang, obat nyeri opioid, penghilang rasa sakit topical serta pengobatan alternative. Obat antidepresan dapat menekan rasa nyeri atau sakit pada penyakit neuropati diabetes.

Obat ini memang lebih umum digunakan untuk mengatasi depresi. Namun beberapa dokter juga menyarankan penderita penyakit neuropati diabetes menggunakan obat antidepresi. Obat antidepresi yang biasanya disarankan dokter adalah amitriptyline (elavil), imipramine (tofranil, dan desipramine (norpramin). Namun obat ini juga memiliki efek samping seperti mulut kering, kelelahan, dan berkeringat. Jika anda juga memiliki riwayat jantung yang tidak sehat, maka tidak disarankan untuk memakai obat ini.

Selain obat depresi, obat anti kejang juga dapat digunakan untuk mengatasi nyeri pada penderita penyakit neuropati diabetes. Obat ini biasanya dipakai oleh penderita epilepsi, terdiri dari pregabalin (lyrical), gabapentin (gabarone, neurotin), phenytoin (dilantin), dan carbamazepine (carbatrol, tegretol).

Obat ini tetap memiliki efek samping seperti mengantuk, bengkak, dan pusing. Jika rasa nyeri terasa lebih kuat, maka dapat menggunakan obat nyeri opioid. Kebanyakan orang menggunakan obat ini karena obat lain tidak bekerja dengan baik. Sehingga obat ini menjadi pilihan terakhir untuk meredakan nyeri.

Meskipun tingkat keberhasilan yang lumayan tinggi, namun tidak disarankan untuk dikonsumsi dalam jangka panjang. Karena obat ini memiliki efek samping dan dapat mengakibatkan kecanduan. Lebih baik anda berkonsultasi dengan dokter dan berhati-hati menggunakan obat ini.

Selain obat yang dikonsumsi, anda dapat menggunakan obat luar untuk meredakan nyeri. Yaitu menggunakan krim capsaicin (arthricare, zostrix). Produk ini dapat ditempelkan pada kulit bagian tubuh yang mengalami nyeri.

Namun perlu diwaspadai bahwa obat ini juga memiliki efek samping iritasi pada kulit. Jadi jika anda memiliki kulit sensitf, berhati-hatilah menggunakannya. Pengobatan alternatif juga dinilai dapat membantu mengatasi penyakit neuropati diabetes. Pengobatan alternatif ini dapat dilakukan dengan meditasi, akupuntur, biofeedback, maupun hypnosis.

Obat Alami Untuk Pengobatan Neuropati Diabetes

penyakit neuropati diabetesSelain obat-obatan diatas, mungkin anda juga dapat mencoba menggunakan obat herbal atau alami. Obat kimia biasanya hanya menghilangkan rasa sakit bukan menyembuhkan sumber penyakit tersebut yaitu saraf yang mengalami penyempitan / penyumbatan, sedangkan produk herbal dan alami yaitu dengan merk dagang Gravistro, tidak bertujuan untuk menghilangkan rasa sakit namun justru menyembuhkannya. Cobalah untuk menggunakan produk tersebut dalam waktu 5 – 7 hari saja maka akan terasa manfaatnya.

Obat Alami memang bebas dari efek samping karena lebih aman dan tidak tercampur bahan kimia. Oleh karena itu, anda dapat memilih obat herbal tersebut untuk mengatasi penyakit neuropati diabetes.

Penderita penyakit neurosis diabetes memang disarankan untuk selalu menjaga tekanan gula darah. Mengontrol gula darah dapat menjauhkan dari keruakan yang lebih buruk. Tetaplah berolahraga, mengurangi makanan yang manis dan mengandung banyak gula, dan berhentilah merokok. Rokok memang memberikan pengaruh buruk pada kesehatan. Segala macam penyakit dapat muncul akibat perilaku merokok yang berlebih.

Jika anda sudah mengetahui dan memahaminya, maka anda perlu untuk selalu rutin memeriksakan diri ke dokter dan mengontrol gula darah anda. kesehatan memang segalanya dan sangat mahal. Untuk itu melakukan pencegahan adalah yang paling utama. Kunci utama menjadi sehat adalah disiplinkan diri anda dengan pola hidup sehat. Disiplin berarti anda harus konsekuen dalam menjalankan pola hidup sehat.

Jika waktunya berolahraga, maka berolahragalah meskipun hanya gerakan ringan. Mengatur pola makan juga penting untuk penderita diabetes. Jauhi makanan yang mengandung gula tinggi dan lemak. Demikian beberapa ulasan mengenai penyakit neuropati diabetes. Semoga bermanfaat.

Diabetes Melitus

Diabetes Melitus  – Kenali Lebih Dekat Untuk Menghindarinya

penyakit diabetes melitusDiabetes Melitus adalah sebuah penyakit di mana kemampuan tubuh untuk memproduksi atau merespons hormon insulin terganggu, mengakibatkan metabolisme karbohidrat yang tidak normal dan peningkatan kadar glukosa dalam darah dan urin.

Dalam dunia kesehatan, diabetes melitus memang merupakan salah satu penyakit kronis yang bisa diturunkan. Diabetes menjadi penyakit pemicu kecacatan dan banyak ditakuti oleh banyak orang terlebih yang telah berusia lanjut dan memiliki kadar gula darah diatas normal. Hal ini karena penyakit diabetes ini hingga kini belum ditemukan obatnya.

Untuk itu sebelum penyakit ini singgah kita wajib mengetahui diabetes melitus secara lebih detail. Dengan mengetahui semua informasi tentang diabetes melitus kita bisa membentengi diri dengan melakukan tindakan pencegahan sedini mungkin. Sehingga risiko terkena penyakit diabetes bisa ditekan dengan kebiasaan baik setiap harinya.

Untuk meningkatkan pengetahuan anda tentang diabetes melitus ini anda bisa membaca informasi berikut ini.

Sekilas Tentang Penyakit Diabetes Melitus

Diabetes melitus merupakan kelainan metabolik yang diakibatkan beberapa faktor seperti kekurangan hormon insulin. Penyakit kencing manis ini juga bisa diistilahkan ketidakmampuan tubuh dalam memanfaatkan hormon insulin dengan tanda seperti hiperglikemia kronis serta gangguan metabolisme lemak, karbohidrat serta protein yang disebabkan oleh :

1. Defisiensi Transporter Glukosa
2. Defisiensi Sekresi Insulin, aktivitas insulin maupun keduanya
3. Maupun kedua hal tersebut.

Glukosa yang dimaksud bukanlah gula biasa yang bisa dibeli di pasar atau toko, namun glukosa disini ialah karbohidrat alami yang dimanfaatkan sebagai sumber energi bagi tubuh. Glukosa yang banyak dijual adalah sukrosa yang berbeda jauh dengan glukosa. Glukosa dengan konsentrasi tinggi dapat dijumpai pada soft drink (minuman ringan) serta beberapa buah-buahan.

Kadar gula dalam darah hanya menyatakan kadar glukosa darah bukan kadar sukrosa, fruktosa, laktosa dan maltosa. Kadar glukosa dalam darah dikontrol oleh sejumlah hormon. Pankreas merupakan tempat diproduksinya hormon insulin. Saat makan, pankreas memproduksi hormon insulin guna mengirimkan pesan kepada sel-sel pada tubuh lainnya.

Insulin akan memberikan perintah kepada sel untuk mengambil glukosa yang terdapat dalam darah. Glukosa ini dimanfaatkan oleh sel untuk memproduksi energi, dimana glukosa akan disimpan terlebih dahulu dalam bentuk glikogen dalam sel. Ketika gula darah berada pada tingkat tertentu, glikogen akan dipecah oleh sel-sel untuk membuat energi.

Klasifikasi Jenis Penyakit Diabetes Melitus

tipe penyakit diabetes melitusDiabetes melitus atau penyakit kencing manis ini memiliki jenis yang berbeda. WHO atau badan kesehatan dunia mengklasifikasikan penyakit diabetes melitus sesuai simtoma dan perawatan yakni sebagai berikut :

1. Diabetes Melitus tipe 1 (IDDM)

IDDM (insulin dependent diabetes melitus) merupakan diabetes yang terjadi akibat rasio dalam sirkulasi darah berkurang karena sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau langerhans pada pankreas menghilang. IDDM bisa menyerang anak-anak dan dewasa. Hingga kini diabetes melitus tipe 1 ini tidak bisa dicegah dan tidak bisa disembuhkan meski dengan olahraga dan diet.

Diabetes melitus tipe 1 ini ditandai dengan simtoma ketoasidosis sampai kerusakan sel beta pada pankreas yang mengakibatkan autoimunitas yang bersifat idiopatik. Diabetes yang jelas patogenesisnya seperti defisiensi mitokondria atau fibrosis sistik tidak tergolong diabetes ini.

Mayoritas penderita IDDM memiliki berat badan dan kesehatan yang bagus ketika terkena penyakit diabetes melitus ini. Selain itu respon dan sensitifitas tubuh terhadap insulin biasanya normal, terlebih pada tahap awal. Diabetes tipe 1 paling banyak disebabkan oleh kesalahan reaksi autoimunitas yang membuat sel beta pankreas hancur.

Reaksi autoimunitas bisa diakibatkan oleh infeksi yang terdapat pada tubuh. Diabetes tipe 1 saat ini hanya bisa diobati dengan insulin dan pengawasan yang teliti terkait tingkat glukosa darah lewat alat monitor pengujian darah. Penekanan diberikan juga pada penyesuaian gaya hidup baik melalui olahraga maupun diet.

2. Diabetes Melitus tipe 2 (NIDDM)

NIDDM (Non Insulin Dependent Diabetes Melitus) adalah diabetes yang tidak terjadi akibat rasio insulin pada aliran darah, namun kelainan metabolisme yang diakibatkan mutasi banyak gen. Begitupun gangguan sekresi hormon insulin, disfungsi sel ß, dan resistansi sel terhadap insulin.

Diabetes melitus tipe 2 disebabkan oleh defisiensi sekresi insulin yang kerap kali diikuti sindrom resistansi insulin.Pada tahap permulaan, kelainan yang timbul ialah sensitifitas terhadap insulin yang berkurang. Hal ini ditandai dengan kadar insulin dalam darah yang meningkat.

Hiperglisemia bisa diatasi menggunakan obat anti diabetes yang bisa mengurangi produksi gula dari hepar dan meningkatkan sensitifitas terhadap insulin. Tetapi dengan penyakit diabetes melitus yang semakin parah, maka sekresi insulin juga semakin berkurang dan kadang terapi insulin juga diperlukan.

Penyakit diabetes melitus tipe 2 bisa diperlambat munculnya atau dicegah dengan membiasakan pola hidup sehat seperti :

a. Memelihara berat badan tetap ideal
b. Berolahraga selama 20 menit minimal 3 kali dalam seminggu
c. Pola makan yang sehat dengan meningkatkan konsumsi buah dan sayur
d. Mengurangi minum alkohol
e. Menghindari kebiasaan merokok

3. Diabetes Melitus Tipe 3 (Gestational Ddiabetes)

Diabetes gestasional yang meliputi: gestational diabetes melitus (GDM) dan gestational impaired glucose toletance (GIGT). Diabetes gestasional adalah diabetes melitus yang cuma terjadi selama masa kehamilan dan setelah melahirkan akan pulih.

Namun dengan keterlibatan protein reaktif C dan interleukin pada lintasan patogenesisnya dapat merusak kesehatan ibu dan janin. Diabetes selama masa kehamilan terjadi kurang lebih 2 hingga 5% dari seluruh kehamilan. Diabetes gestasional bersifat temporer dan bisa menghilang maupun meningkat sesudah melahirkan.

GDM bisa disembuhkan, tetapi membutuhkan pengawasan medis yang cukup cermat selama kehamilan. Walau GDM bersifat sementara jika tidak ditangani dengan baik bisa mengancam kesehatan ibu dan janin.

Bayi bisa mengalami risiko seperti: cacat otot rangka, kelainan system syaraf pusat, penyakit jantung bawaan, dan makrosomia atau berat bayi diatas normal.
Hormon insulin janin yang mengalami peningkatan bisa menghambat produksi surfaktan serta bisa menyebabkan sindrom gangguan pernapasan.

Hiperbilirubinemia bisa terjadi karena sel darah merah yang mengalami kerusakan. Bahkan kematian sebelum kelahiran bisa terjadi pada kasus yang parah. Hal ini terjadi akibat perfusi plasenta yang kurang baik akibat kerusakan vascular. Induksi kehamilan bisa diindikasikan dengan fungsi plasenta yang mengalami penurunan.

Operasi sesar bisa dan akan dilakukan jika terdapat peningkatan risiko luka yang berkaitan dengan makrosomia misalnya distosia bahu maupun jika muncul tanda bahwa janin berada dalam bahaya .

Hubungan Gaya Hidup dan Hereditas Dengan Diabetes Melitus

gaya hidup diabetes melitusPenyakit diabetes melitus bisa diturunkan, terlebih jika kedua orang tua merupakan penderita diabetes yang berat. Namun diabetes melitus tipe 2 cenderung lebih dipengaruhi oleh gaya hidup yang kurang baik.

Bahkan pasangan dimana salah satunya mengidap diabetes melitus tipe 2, maka yang sebelumnya pasangan tidak mengidap diabetes melitus tipe 2 justru akhirnya 26% bisa mengidap diabetes juga. Hal ini akibat pasangan tersebut terpengaruh atau mengikuti gaya hidup yang dilakukan pasangannya.

Seringkali kaum pria lambat terdeteksi menderita penyakit diabetes melitus ini, sebab sesudah tahap anal, pria jarang memperoleh pemeriksaan laboratorium klinik. Sedang kaum perempuan paling tidak ketika hamil kerap memeriksakan diri ke dokter maupun laboratorium klinik.

Penegakan Diagnosis Penyakit Diabetes Melitus

diagnosa penyakit diabetes melitusApabila salah satu faktor risiko diabetes melitus berikut terpenuhi maka perlu dilakukan diagnosa diabetes dengan melaksanakan tes gula darah saat puasa serta tes gula darah 2 jam sesudah makan.

Hal ini mengingat kedua tes diatas di laboratorium klinik sama besar biayanya dengan tes toleransi glukosa. Untuk itu sebaiknya anda langsung tes toleransi glukosa saja.

Adapun faktor yang memungkinkan resiko diabetes melitus terjadi antara lain :

  1. Usia 45 tahun keatas (kelompok usia dewasa tua).
  2. Tekanan darah tinggi diatas 140/90 mmHg.
  3. Kegemukan (IMT >27 (KG/M2) atau BB (kg) > 120% BB idaman)
    Contoh berat badan 87 kg dengan tinggi badan 1, 76 m
    IMT =87/1,76 2X 100%= 87/30976= 28 berarti diatas 27 sehingga mempunyai faktor risiko diabetes.
  4. Memiliki riwayat kehamilan dengan berat lahir bayi diatas 4000 gr.
  5. Memiliki riwayat keluarga diabetes melitus baik ibu, ayah dan saudara kandung.
  6. Dislipidemia (trigliserida > 250 mg/dl dan atau HDL < 35 mg/dl).
  7. Pernah mengalami Glukosa Darah Puasa Terganggu (GDPT) atau Toleransi Glukosa Terganggu (TGT).
  8. Riwayat diabetes melitus pada kehamilan.

Tidak sedikit orang yang beropini bahwa orang yang memiliki badan kurus tidak bisa terjangkit diabetes melitus. Pendapat ini tentunya kurang tepat, terlebih orang kurus yang memiliki perut buncit bisa dikatakan obesitas sentral.

Berdasarkan Public Health England tahun 2014 seseorang yang memiliki perut buncit baik kurus maupun gemuk, yang mempunyai lingkar pinggang diatas 80 cm untuk perempuan dan 90 cm untuk laki-laki, mempunyai 7 kali lebih besar beresiko terjangkit diabetes melitus dibanding yang tidak memiliki perut buncit.
Perut yang buncit berarti terdapat kelebihan asupan makanan dan bisa mengakibatkan terjadinya penyakit diabetes melitus.

Komplikasi Penyakit Diabetes Melitus

gejala diabetes diawali kadar gula yang tinggiSeluruh bentuk diabetes menaikkan risiko komplikasi pada waktu jangka panjang. Hal tersebut berkembang sesudah 10 hingga 20 tahun, namun bisa juga gejala pertama timbul pada pasien yang belum terdiagnosa pada kurun waktu tertentu.

Beberapa komplikasi penyakit akibat diabetes melitus antara lain :

1. Ulcer di Bagian Kaki

Ulcer di bagian kaki merupakan komplikasi pada diabetes melitus yang umum dan bisa menyebabkan amputasi. Ulcer tersebut merupakan komplikasi lebih lanjut dari gangren baik basah dan atau kering.

2. Kerusakan Pembuluh Darah

Kerusakan pembuluh darah merupakan komplikasi utama jangka panjang penyakit diabetes melitus. Stroke merupakan penyakit pembuluh darah besar lainnya dan peripheral vascular disease merupakan penyakit pembuluh darah tepi.

Untuk komplikasi pembuluh darah mikro yang disebabkan diabetes antara lain kerusakan pada syaraf yaitu :

a. Diabetic Retinopathy

Diabetic retinopathy merupakan penyakit pada mata yang utamanya diakibatkan diabetes yang telah merusak bagian retina pada kedua organ mata sehingga mengakibatkan hilangnya penglihatan yang secara berangsur-angsur bisa berakibat kebutaan. Hal ini akibat kerusakan pembuluh darah yang terdapat di retina.

Orang yang menderita diabetes melitus 2 kali lebih beresiko terkena penyakit kardiovaskular, dimana sekitar 75% penderita meninggal karena diabetes diakibatkan penyakit jantung koroner.

b. Diabetic Nephropathy

Kerusakan pada ginjal akibat diabetes melitus ini bisa mengakibatkan kehilangan protein, menimbulkan parut dan tidak jarang mengalami ginjal kronis yang kadang membutuhkan transplantasi ginjal dan dialisa.

c. Diabetic Neuropathy ( Neuropathy Diabetic )

Komplikasi utama dari diabetes salah satunya adalah kerusakan syaraf yang gejalanya meliputi: nyeri, tingling, numbness serta sensasi nyeri yang lain yang dapat mengakibatkan kerusakan pada bagian kulit. Kerusakan syaraf ini umumnya merupakan komplikasi diabetes melitus yang utama.

Diabetic foot misalnya diabetic foot ulcers bisa muncul dan susah untuk ditangani. Bahkan terkadang membutuhkan tindakan amputasi. Terjadinya hal ini dalam disembuhkan dengan ramuan dari produk Gravistro, dimana rasa kebas dan kesemutan akibat penyempitan tersebut dapat berangsur membaik.

d. Sebagai Pemicu Penyumbatan Pada Jantung (Koroner)

Selain hal diatas, dampak dari tingginya kadar gula dalam darah dapat mempercepat terjadinya penimbunan plak penyumbatan jika disertai kolesterol pada penyakit jantung maupun stroke iskemik. Sehingga diperlukan penanganan yang lebih baik dalam masalah ini, yang dikhawatirkan dari penyakit diabetes selain memang tidak baik untuk kelancaran darah adalah penyakit jantung koroner dan stroke iskemik akan semakin beresiko terjadi lebih cepat dibandingkan orang yang tidak memiliki riwayat penyakit diabetes.

Pengendalian Penyakit Diabetes Melitus

Setelah mengetahui tentang komplikasi diabetes melitus diatas tentunya kita merasa khawatir dan takut bukan. Jika sudah terlanjur terkena diabetes, maka upaya yang bisa dilakukan adalah melakukan tindakan pengendalian. Pengendalian diabetes melitus terdiri dari 4 pilar yakni :

1. Edukasi

Edukasi maksudnya adalah pasien wajib mengetahui bahwa diabetes melitus tidak bisa disembuhkan, namun dapat dikendalikan dimana pengendalian tersebut harus dilaksanakan selama seumur hidup.

2. Olahraga

Olahraga dibutuhkan untuk membakar kadar gula berlebih yang terkandung dalam darah. Namun dihindari olahraga yang terlalu berat, sekedar membakar kalori untuk mengurangi banyaknya gula pada dalam tubuh sebaiknya dilakukan cukup dengan berlari kecil ataupun berjalan kaki.

3. Makanan

Apabila makanan atau input buruk, maka hasil atau output juga akan buruk. Begitu juga jika makan melampaui diet yang telah ditetapkan, maka bisa membuat kadar gula dalam darah meningkat. Sebaiknya mengubah lebih banyak karbohidrat sederhana dengan karbohidrat kompleks untuk hasil yang lebih maksimal. Seperti mengganti nasi putih dengan kentang atau berat sehat (campuran merah dan putih).

4. Obat

Obat hanya jika dibutuhkan, namun jika kadar gula darah sudah turun dengan mengkonsumsi obat tidak berarti sudah sembuh, namun harus berkonsultasi dengan dokter apakah harus tetap minum obat dengan kadar tetap maupun minum obat yang sama dengan dosis yang diturunkan atau harus mengkonsumsi obat lain.

Pasien harus tahu tentang indeks glikemik dalam diet pasien yakni meningkatnya kadar gula darah sesudah mengkonsumsi makanan tertentu seberat 100 gr daripada minum 100 gr glukosa.

Kenaikan gula darah yang disebabkan minum glukosa tersebut mendapat nilai 100 serta makanan tersebut kurang dari 100, sehingga jika semakin semakin mendekati nol dan semakin jauh dari 100 semakin baik. Maksudnya, makanan tersebut mempunyai indeks glikemik rendah, sangat lambat dicerna serta tidak cepat menaikkan kadar gula darah.

Mengetahui muatan glikemik merupakan cara terbaik dalam diet diabetes melitus, yaitu berapa jumlah porsi zat tepung yang terkandung pada sejumlah makangan tersebut kali indeks glikemik dibagi 100. Sehingga jika mengkonsumsi makanan rendah indeks glikemik namun dalam porsi besar, maka tetap tinggi muatan glikemik dan pastinya tidak bagus untuk penderita diabetes.

Pasien diabetes dengan pengaturan makanan yang cukup terkendali tidak akan mengalami kesulitan jika berpuasa. Pasien dengan obat dosis tunggal yang cukup terkendali juga tidak kesulitan untuk berpuasa, obat bisa diberikan ketika berbuka puasa.

Bagi diabetes melitus yang terkendali dengan obat OHO (Obat Hipoglikemik Orat) dengan dosis tinggi dapat diberikan dengan sosis lebih besar sebelum berbuka puasa dibanding dosis ketika makan sahur.

Untuk pasien diabetes yang menggunakan insulin, bisa digunakan jangka menengah yang hanya diberikan ketika berbuka saja. Namun untuk pasien diabetes yang harus memakai insulin (DMTI) dengan dosis ganda, disarankan untuk tidak berpuasa ketika Ramadhan.

Hindari Efek Samping Penyakit Diabetes Melitus Dengan Produk Alami Gravistro

cara alternatif tanpa operasi pasang ring jantungKini dengan meningkatkan pengetahuan tentang diabetes melitus kita bisa meningkatkan kewaspadaan dari dalam diri untuk menghindari supaya penyakit ini tidak menyerang diri kita maupun orang-orang yang kita cintai.

Tindakan pencegahan baik dari pengaturan pola makan dan meningkatkan kebiasaan baik dengan olahraga merupakan contoh upaya yang bisa kita lakukan.

Gunakan produk Gravistro untuk membantu menghilangkan efek dan dampak dari penyakit diabetes yaitu neuropati diabetes dan kelancaran pembuluh darah agar terhindar dari resiko penyakit kardiovaskular.

Gravistro obat jantung dan stroke