Kateterisasi Jantung

Apa Itu Kateterisasi Jantung – Mengenal Lebih Dekat Prosedur Kateterisasi Jantung

kateterisasi jantung berlubangKateterisasi Jantung adalah suatu bentuk tindakan yang berfungsi untuk menegakkan diagnosa agar dapat mengetahui kondisi jantung dengan sebenar-benarnya dan memberi petunjuk tindakan selanjutnya seperti pemasangan operasi pemasangan ring ataupun bypass jantung dan lainnya sehubungan dengan penyakit jantung.

Penyakit jantung yang kini telah marak menyerang sebagian penduduk Indonesia bahkan dunia merupakan penyakit dengan penyebab kematian tertinggi pada tahun 2014 dan terus meningkat yang salah satunya adalah penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner merupakan penyakit yang menyerang arteri koronaria yang merupakan bagian dari organ jantung.

prosedur kateterisasi jantung penderita jantung koronerUntuk standar pemeriksaan dalam melakukan diagnosis penyakit jantung seperti penyakit jantung koroner yang baku ini dikenal dengan Kateterisasi Jantung. Dimana level  ketepatan dalam menentukan masalah penyakit dari pemeriksaan jantung, kateterisasi jantung ini menduduki peringkat tertinggi dari seluruh diagnosa pemeriksaan jantung lainnya bahkan bisa dibilang menyentuh angka 100%.

Dalam penatalaksanaan kateterisasi jantung, pembuluh arteri atau vena yang berada pada lipatan lengan, paha atau leher seseorang akan dimasukkan sebuah pipa yang tipis dan panjang lalu diputar sedemikian rupa hingga mencapai jantung. Sehingga melalui pelaksanaan kateterisasi jantung ini dokter ahli mampu melaksanakan pemeriksaan untuk mendiagnosis dan sebagai bagian dari terapi penyakit jantung misalnya angioplasty koroner.
 
Dalam pelaksanaan kateterisasi jantung anda akan dalam kondisi sadar hanya diberi obat yang berefek merelakskan tubuh. proses ini juga berlangsung dalam waktu yang singkat serta dengan resiko rendah efek samping.

Manfaat Kateterisasi Jantung

Berikut ini adalah manfaat dilakukannya kateterisasi jantung yang umumnya didahului dengan pemeriksaan EKG dan Treadmill :

  1. Melihat adanya penyumbatan atau penyempitan yang terjadi pada pembuluh darah yang mengakibatkan nyeri pada bagian dada.
  2. Mengkaji ada tidaknya problem pada katup jantung.
  3. Mengkaji tekanan yang terdapat di jantung.
  4. Melakukan diagnosis pada kelainan jantung bawaan.
  5. Untuk proses biopsi atau pengambilan sampel jaringan dari organ jantung.

Adapun indikasi dilaksanakannya kateterisasi jantung antara lain: perforasi jantung, kelainan pembuluh darah pada jantung semisal stenosis, angioma, pergeseran pada pembuluh darah akibat massa dan oclusi serta penyakit jantung koroner.

Untuk kontraindikasi dilakukan kateterisasi jantung adalah orang dengan kelainan pada organ jantung seperti katup pada jantung, hipertensi dan sensitive pada kontras media.

Tindakan kateterisasi jantung juga efektif untuk mengobati beberapa kelainan yang terjadi pada jantung seperti :

1. Menutup Lubang Pada Organ Jantung

kateterisasi jantung berlubangTerdapat beberapa kelainan bawaan jantung akibat lubang yang terdapat pada organ jantung dan dengan dilakukan kateterisasi jantung organ yang berfungsi memompa darah ini bisa disumbat dengan cara menjahit/menghecting kateter pada jantung yang berlubang dan kemudian menutupnya kembali.

2. Angioplasty / Kateterisasi Jantung

penyakit jantung perlu di kateterisasiKateterisasi jantung bisa juga untuk membantu proses angioplasty dan bisa dilakukan dengan atau tidak disertai pemasangan stent yang mengandalkan balon berukuran kecil untuk membuka pembuluh darah yang mengalami penyempitan serta menutup lubang jantung sementara. Proses angioplasty juga dipadukan berserta gulungan metal kecil atau coil yang dinamakan stent pada arteri yang mengalami penyumbatan dan membantunya agar tidak menyempit lagi (restenosis), proses kateterisasi sebenarnya tidak harus selalu memasang stent atau ring namun biasanya jika memang sudah dipastikan terjadinya penyumbatan maka dokter akan langsung memasang sten pada bagian yang mengalami penyumbatan. Jika anda meminta untuk hanya sekedar melakukan kateterisasi untuk memeriksa tanpa pemasangan ring atau sten juga dapat dilakukan.

3. Pengobatan Ablasi Pada Aritmia Jantung

ablasi kateterisasi jantungKateterisasi jantung juga bisa mengatasi aritmia jantung dengan membantu proses ablasi. Tindakan ablasi adalah dengan membuat semacam bekas luka yang terdapat di jaringan jantung untuk mengembalikan alur sinyal listrik agar jantung bisa berdetak. Energy disalurkan lewat ujung dari kateter pada jaringan abnormal berupa energy dingin dari laser atau oksida nitrat, panas atau radiofrekuensi. Dimana energy ini mampu mengablasi atau menghancurkan jaringan pada jantung yang abnormal dan menimbulkan ritme jantung jantung mengalami gangguan.

4. Pengobatan Trombektomi

kateterisasi jantung dan trombektomiKateterisasi jantung juga ampuh membantu proses pengobatan trombektomi. Pengobatan dilaksanakan untuk mengeluarkan sumbatan pada darah ini dilakukan dengan memasukkan kateter menuju pembuluh arteri kemudian membawanya menuju sumbatan darah yang terdapat di pembuluh darah, lalu kateter direkatkan untuk membuang sumbatan darah yang ada (blood clot)

5. Balloon Valvuloplasty

kateterisasi pasang ring balonTindakan kateterisasi jantung ini merupakan tindakan dengan menjahit kateter dengan katup jantung yang mengalami penyempitan yaang berujung balon untuk membuatnya lebih lebar sehingga aliran darah dapat mengalir dengan lebih lancar.

Persiapan Sebelum Menjalani Kateterisasi Jantung

prosedur pelaksanaan kateterisasi jantungAdapun sebelum melakukan kateterisasi jantung, kita harus mempersiapkan diri agar tindakan kateterisasi dapat terlaksana dengan baik, diantaranya adalah :

  1. Puasa tanpa minum dan makan selama 8 hingga 12 jam sebelum pemeriksaan atau sesuai instruksi dokter. Hal ini karena minum atau makan mampu meninggikan resiko munculnya komplikasi dari obat bius.
  2. Bawa serta suplemen atau obat yang dikonsumsi ketika pemeriksaan sebaiknya anda menyertakan kemasan yang asli untuk memudahkan dokter mengetahui dosis yang pas.
  3. Buang gelisah dan cemas dan berusaha rileks, hal ini memang umum terjadi, namun anda akan diberi obat penenang karena dimungkinkan anda bisa mengalami efek samping obat atau membutuhkan tindakan semisal angioplasty secepat mungkin, dimana perasaan gelisah dan cemas akan meningkatkan detak jantung meningkat cepat dan sering tidak teratur yang berujung komplikasi.
  4. Persiapan oleh tenaga medis dimana perawat akan melakukan pengukuran denyut nadi dan tensi, kemudian meminta anda berkemih, melepas perhiasan gan gigi palsu. Setelah itu anda akan dipersilahkan menanti disebuah ruangan khusus hingga tiba saat pemeriksaan anda bisa mereques seseorang untuk menemani anda menunggu.

Prosedur Kateterisasi Jantung

Berikut ini adalah prosedur kateterisasi jantung yang umum dilakukan :

  • Anda akan diminta merebahkan tubuh pada tempat tidur yang khusus di ruang operasi, lalu perawat akan melakukan pensterilan pada lipat paha serta pergelangan lengan menggunakan cairan antiseptic dan menutupnya dengan kain steril.
  • Dokter akan melakukan anastesi pada lipat paha atau pergelangan tangan lalu melalui pembuluh darah satu buah kateter akan dimasukkan. Dan sebuah alat untuk merekam film berupa sinar X akan melakukan aktivitas kebeberapa sudut dan arah untuk mengambil film yang menggambarkan keadaan pembuluh darah koroner.
  • Jika dirasa gambar telah tercapture dengan sempurna, dokter akan menarik keluar kateter.
  • Terakhir dokter akan menarik selongsong atau sheath dari pembuluh darah, kemudian agar perdarahan terhenti dokter akan menekan pembuluh darah.
  • Jika tindakan dilaksanakan pada pembuluh radialis, anda bisa langsung beranjak bangun atau berjalan dengan pembebatan pada pembuluh radialis untuk meyakinkan bahwa perdarahan memang telah stop. Namun jika tindakan dilakukan pada lipat paha di pembuluh femoralis anda diharuskan rebahan di tempat tidur serta agar luka tertutup dengan baik anda tidak diperbolehkan melipat bagian paha.

Resiko Tindakan Kateterisasi Jantung

Selayaknya prosedur tindakan pada pembuluh darah dan organ jantung lainnya, kateterisasi pada jantung juga mempunyai beberapa resiko, meskipun jarang sekali terjadi komplikasi mayor.

      1. Perdarahan pada bekas kateter.
        Pendarahan dapat terjadi jika kita kekurangan vitamin K atau darah terlalu encer, biasanya orang yang sehabis mengkonsumsi pengencer darah harus menghentikan terlebih dahulu 3-5 hari sebelumnya, karena pembuluh vena adalah pembuluh balik yang memiliki tekanan darah yang cukup tinggi sehingga jika tidak dapat segera tertutup maka darah akan muncrat terus keluar, berbeda dengan pendarahan pada arteri.
      2. Stroke atau Serangan jantung.
        Kondisi pasien yang tenang dan stabil diperlukan dalam melakukan kateterisasi, hal ini penting karena rasa gelisah dan takut justru akan beresiko lebih tinggi pada masalah terjadinya serangan.
      3. Aritmia/ketidakteraturan irama jantung.
        Hal ini sangat jarang terjadi, tentu dokter sudah memeriksa kondisi pasien sebelum melakukan tindakan kateterisasi.
      4. Pseudoaneurisma atau kerusakan arteri yang digunakan sebagai tempat kateter.
        Kesulitan mencari pembuluh darah untuk memasukan kateter dapat beresiko merusak arteri atau pembuluh darah halus lain, biasanya pasien yang memiliki pembuluh darah vena di pergelangan tangan yang tipis akan mengalami kesulitan dalam melakukan kateter.
      5. Robekan jaringan arteri atau jantung.
        Jika tidak dilakukan dengan benar maka resiko terjadinya pembuluh darah yang dilewati oleh selang kateter akan terluka dan robek, itu sebabnya dibutuhkan penanganan profesional dari tim dokter dalam melakukan tindakan kateterisasi.
      6. Kerusakan pada ginjal.
        Pasien yang memiliki riwayat penyakit ginjal dimana kreatin yang cukup tinggi tidak dapat melakukan operasi ini karena akan beresiko pada kerusakan ginjal lebih parah.

Namun demikian resiko kateterisasi tidaklah selalu menyeramkan, justru kateterisasi membantu kita untuk mengetahui lebih pasti tentang keadaan dan kondisi jantung kita secara tepat.

Kebanyakan pasien yang akan melakukan kateterisasi biasanya mengalami kekhawatiran yang cukup besar, namun saya selalu mengatakan pada mereka tetaplah berdoa dalam Tuhan dan meminta petunjukNya, kesembuhan adalah milik Tuhan, usia kita adalah kepunyaanNya, kita sebagai manusia hanya dapat berusaha dan berdoa untuk meminta belas kasihanNya.

Pengobatan Efektif Untuk Penderita Penyakit Jantung Koroner

ciri - ciri penyakit jantung pada usia tuaBagi kita yang memiliki riwayat penyakit jantung maupun stroke iskemik dan ingin melakukan pengobatan dengan cara yang alami, tidak ada salahnya mencoba produk alami yang dapat membantu melarutkan thrombus atau plak penyumbatan pada dinding pembuluh darah kita sehingga dapat terhindar dari kateterisasi pemasangan ring maupun bypass jantung.

Adapun produk dengan zat aktif enzim Lumbrokinase dapat membantu melarutkan plak penyumbatan dan thrombus bagi penderita penyakit jantung koroner maupun stroke iskemik.

Sifat dari Enzim Lumbrokinase yang berasal dari cacing ini adalah mengurai pengikatan fibrin dan kolesterol yang merupakan struktur pembentukan plak penyumbatan yang terjadi pada dinding pembuluh darah kita.

Klik Disini Untuk Mengetahui Bagaimana Kandungan Lumbrokinase Yang Terdapat Pada Produk Gravistro Dapat Membantu Masalah Penyakit Jantung Anda.
Gravistro obat jantung dan stroke