Stroke Penyumbatan Pembuluh Darah Atau Stroke Iskemik

Apa Itu Stroke Penyumbatan Pembuluh Darah Atau Stroke Iskemik

stroke penyumbatan pembuluh darah atau stroke iskemikStroke penyumbatan pembuluh darah atau yang lazim disebut sebagai Stroke Iskemik adalah jenis stroke yang disebabkan adanya bentukan pada saluran pembuluh darah di otak yang umumnya berasal dari kolesterol.

Orang yang mengalami stroke penyumbatan pembuluh darah biasanya akan mengalami kelumpuhan pada gerak motorik seperti rasa lemas pada kaki, tangan. Jika stroke penyumbatan pembuluh darah atau stroke iskemik ini mencapai pada tingkat yang lebih parah, dapat terjadi kelumpuhan total pada gerak motorik pasien.

Berikut ini adalah beberapa gambaran tentang apa yang terjadi dengan pembuluh darah pada otak kita ketika terjadinya stroke penyumbatan pembuluh darah atau Stroke Iskemik.

stroke penyumbatan pembuluh darah pada otak
Ilustrasi Gambar 1

stroke iskemik disebut juga stroke penyumbatan pembuluh darah

Ilustrasi Gambar 2

askep stroke asuhan keperawatan stroke

Terjadinya gangguan pada gerak motorik tergantung pada letak penyumbatan yang terdapat pada bagian saraf yang berhubungan dengan gerak motorik tersebut sehingga setiap orang memiliki dampak yang berbeda – beda akibat serangan stroke iskemik ini.

Beberapa hal yang harus diperhatikan bagi beberapa gejala yang patut dicurigai terjadinya serangan stroke dikenal dengan sebutan FAST yaitu Face, Arm, Speech, Time To Call :

  1. Face (Wajah).
    Ciri – ciri seseorang mengalami serangan stroke adalah pada bagian wajah dimana terjadinya perubahan bentuk wajah seperti di mulut maupun di mata, misalnya adalah bentuk mulut mengalami perubahan menjadi miring atau kaku.
  2. Arm (Lengan).
    Berikutnya adalah pada bagian lengan, seseorang yang mengalami gejala serangan stroke baik stroke pendarahan maupun stroke penyumbatan pembuluh darah mengalami hilangnya tenaga pada bagian lengan, misalnya tidak mampu menggenggam gelas ataupun menggerakan jarinya dengan baik.
  3. Speech (Cara Bicara).
    Serangan stroke iskemik maupun stroke hemoragik menjadikan seseorang mengalami kesulitan untuk berbicara dengan jelas, biasanya pembicaraan yang dikeluarkan oleh orang yang mengalami stroke ini menjadi kacau balau. Hal ini disebabkan gerak motorik yang terganggu sehingga tidak mampu mengontrol pembukaan suara pada bibirnya.
  4. Time To Call Emergency.
    Jika ketiga hal tersebut terjadi, maka patut diduga bahwa seseorang mengalami serangan stroke baik stroke penyumbatan pembuluh darah pada umumnya maupun stroke hemoragik. Segera bawa pasien dan membantu pasien mendapatkan pertolongan pertama dan bawa segera ke dokter.

Melarutkan Plak Penyumbatan Pada Pembuluh Darah Dengan Enzim Secara Alami

mencegah penyakit jantung koroner dengan gravistroJika penyakit jantung koroner dapat dibantu dengan melakukan operasi seperti pasang ring jantung maupun bypass, pembuluh darah pada otak yang sangat halus (mikro sirkulasi) tidaklah demikian.

Oleh karena itu banyak pasien yang mengalami stroke penyumbatan pembuluh darah atau stroke pembekuan darah ini hanya dapat mengkonsumsi obat pengencer darah maupun terapi – terapi gerak motorik untuk merangsang saraf pada umumnya.

Kini sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, Bio-Teknologi Nano, maka penyumbatan yang ada pada otak sekalipun dapat terbantu untuk dilarutkan. Enzim tersebut adalah Enzim Lumbrokinase.

Berikut ini adalah penjabaran singkat tentang manfaat Enzim Lumbrokinase dari Jurnal Ikatan Dokter Indonesia 

obat jantung koroner dan stroke

Klik Disini (Enzim Lumbrokinase) Untuk Jurnal Selengkapnya

Gravistro Adalah Produk Di Indonesia Yang Dapat Membantu Melarutkan Penyumbatan Pada PENDERITA STROKE PENYUMBATAN Pembuluh Darah ATAU STROKE ISKEMIK.

Untuk dapat melihat lebih jelas silakan menuju link utama tentang produk ini, klik disini atau klik gambar dibawah ini.

Gravistro obat jantung dan stroke

 

Stroke non Hemoragik Atau Stroke Iskemik

Apa Itu Stroke Non Hemoragik (Stroke Iskemik)

stroke non hemoragik dapat disembuhkan dengan gravistroStroke Non Hemoragik – Stroke merupakan salah satu penyakit mematikan yang banyak dialami oleh seseorang di seluruh dunia.

Penyakit Stroke Non Hemoragik ini mengakibatkan suatu kondisi neurologic deficit yaitu suatu keadaan tubuh mengalami penurunan fungsi pada gerak motorik, otot dan saraf.

Umumnya stroke non hemoragik terjadi pada seseorang yang sudah berusia diatas 55 tahun, namun tidak menutup kemungkinan seseorang yang berusia kurang dari 55 tidak bisa terkena stroke. Hingga saat ini hampir 10% stroke terjadi pada usia dewasa muda yang menjadi tantangan bagi pra diagnosis dan pengobatan stroke.

stroke non hemoragik paling sering terjadiUntuk mengetahui apakah orang tersebut terserang stroke atau tidak biasanya dilakukan pengetesan berupa scan pembuluh darah, scan otak, evaluasi jantung serta melakukan penilaian hematologi dengan menggunakan system diagnosis terbaik.

Stroke sendiri dibedakan menjadi dua jenis yaitu Stroke Hemoragik (stroke pendarahan) dan Stroke Non Hemoragik atau biasa disebut dengan Stroke Iskemik. Namun kali ini kita akan membahas mengenai stroke non hemoragik.

Pengertian Stroke Non Hemoragik

stroke non hemoragik adalah stroke iskemikStroke Non Hemoragik adalah Stroke yang terjadi karena adanya sumbatan pada pembuluh darah akibat pembekuan darah yang terdapat di otak atau pada arteri yang menuju otak. Umumnya hampir 90% stroke yang seringkali terjadi adalah jenis Stroke ini.

Situasi ini disebabkan karena kurangnya aliran darah dan oksigen pada otak akibat adanya sumbatan dari pembekuan darah yang biasanya terjadi karena kolestrol berlebih pada arteri.

Bukan hanya karena faktor kolestrol melainkan juga karena faktor usia, penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi dan karena merokok sehingga pembuluh darah mengalami penyempitan. Pada usia tua, stroke lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pda laki-laki.

Faktor Penyebab Stroke Non Hemoragik

stroke non hemoragik dapat disembuhkan dengan gravistroAda banyak sekali penyebab seseorang menderita stroke non hemoragik, mulai dari faktor pola makan, gaya hidup dan usia maupun keturunan.

Dari semua hal diatas, ada 5 penyebab utama terjadinya stroke non hemoragik, hindari hal – hal ini agar resiko penyakit stroke dapat diminimalisasi :

  1. Pikiran.
  2. Kolesterol Tinggi.
  3. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi) / Arteriosklerosis.
  4. Diabetes Melitus.
  5. Pola Makan dan Gaya Hidup.

Penjabaran poin penyebab Stroke Non Hemoragik :

1. Pikiran

faktor pikiran menyebabkan stroke non hemoragik terjadiJangan menganggap sepele hal ini, orang yang cenderung mengalami stress cenderung memiliki resiko penyakit stroke non hemoragik lebih besar.

Hal ini disebabkan karena tekanan pikiran akan mengakibatkan metabolisme tubuh bertindak seperti memicu hipertensi (pembuluh darah tegang), peningkatan gula darah dan liver memproduksi kolesterol LDL lebih banyak.

2. Kolesterol Tinggi

sumber kolesterol penyebab stroke non hemoragikKolesterol yang dimaksud adalah kolesterol LDL, yaitu jenis kolesterol yang jika berlebihan pada tubuh, maka akan mengakibatkan penimbunan plak pada pembuluh darah kita.

Apabila terjadi pada otak kita, maka akan terjadi penyakit stroke non hemoragik atau penyumbatan.

3. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

hipertensi memicu terjadinya stroke non hemoragikSerangan stroke non hemoragik dapat terjadi secara tiba – tiba, tekanan darah tinggi adalah salah satu pemicunya. Tekanan darah yang tinggi mengakibatkan pembuluh darah tegang sehingga elastisitas pembuluh darah hilang.

Ditambah adanya plak penyumbatan dari kolesterol yang selama ini mungkin tidak kita sadari maka seketika serangan stroke akan terjadi.

4. Diabetes Melitus

gejala diabetes menyebabkan neuropati diabet dan jantung koronerWalaupun bukan faktor penyebab utama, namun perlu diwaspadai bahwa gula yang tinggi akan menghambat metabolisme, pembentukan kristal gula dan komplikasi.

Diabetes dapat menyebabkan terjadinya neuropati diabetes yaitu kerusakan saraf dan penurunan kualitas pembuluh darah.

5. Pola Makan dan Gaya Hidup.

mencegah diabetes dengan cara yang benarPola makan dan gaya hidup yang tidak sehat akan memicu munculnya keempat penyakit diatas. Hindari makanan dan jajanan yang tidak sehat seperti gorengan, santan dan gula – gula. Ganti minyak sayur anda dirumah dengan minyak jagung, perbanyak serat dan sayur serta hindari alkohol dan merokok.

Gejala Stroke Non Hemoragik

gejala stroke non hemoragikUntuk mengurangi resiko terjadinya stroke non hemoragik maka kita harus mewaspadai gejala awal yang terjadi pada seseorang yang menderita stroke.

Gejala yang terjadi juga berbeda-beda, tergantung seberapa parah sumbatan yang terjadi pada arteri menuju otak.

Berikut ini adalah gejala stroke non hemoragik yang harus anda waspadai untuk bisa melakukan tindakan pengobatan yang tepat :

1. Mengalami mati rasa pada sebagian anggota tubuhnya terutama pada bagian wajah, tangan dan tungkai. Biasanya kondisi mati rasa hanya terjadi pada bagian tubuh sebelah saja atau disebut dengan monoparesis, hemiparesis atau quadriparesis.

2. Tiba-tiba mengalami kebingungan dan sulit untuk berbicara karena lidah dan mulut yang kaku.

3. Penglihatan yang berkurang ketajamannya sehingga kesulitan mengamati benda yang ada disekeliling.

4. Kepala terasa sangat pusing sehingga kehilangan koordinasi atau biasa disebut dengan ataxia atau vertigo.

5. Rasa sakit yang teramat pada kepala seperti migrain.

Gejala tersebut bisa terjadi hanya pada salah satu gejala saja, namun kebanyakan gejala tersebut akan terjadi secara bersamaan. Jadi, jika seseorang mengalami satu gejala saja dan setelah itu sembuh maka ada baiknya untuk segera memeriksakan ke dokter agar bisa dilakukan pengobatan awal untuk mencegah resiko stroke non hemoragik yang lebih parah.

Diagnosis dan Pemeriksaan Fisis Stroke Non Hemoragik

diagnosa penyakit stroke non hemoragikUntuk mendiagnosis apakah seseorang menderita stroke non hemoragik maka akan dilakukan pemeriksaan fisik berupa pemeriksaan untuk mencari otot yang lemah, penglihatan dan berbicara serta memeriksa kesulitan bergerak. Jika memungkinkan penderita bisa ditanya secara langsung mengenai gejala yang ia alami.

Setelah dilakukan diagnosis maka langkah selanjutnya bisa dilakukan pemeriksaan fisis stroke. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah tubuh pasien masih bereaksi atau tidak. Biasanya pemeriksaan akan dilakukan dengan memeriksa tanda-tanda vital yaitu jalan napas, pernapasan dan sirkulasi.

proses pemeriksaan gejala stroke non hemoragikDokter akan memeriksa dan memastikan apakah pasien bisa bernapas dengan mudah, memastikan pasien bisa bernapas pada tingkat normal mulai dari 12-24 kali permenit serta dokter akan menghitung denyut nadi rata-rata dengan hitungan 60-120 kali per menit.

Pemeriksaan pada pasien yang menderita stroke non hemoragik juga berupa pemeriksaan mata untuk memastikan apakah ada perkembangan saraf optik yang biasanya mengalami penurunan sehingga akan ada gerakan abnormal.

Pemeriksaan akan dilanjutkan pada bagian leher dengan mendengarkan bruit arteri karotis, jika terdapat suara potensial maka itu bertanda bahwa ada sumbatan pada arteri.

pemeriksaan penyakit strokeDokter juga akan memeriksa tekanan darah pasien, untuk mengetahui apakah tekanan normal atau terlalu tinggi. Pemeriksaan suhu tubuh pun juga diperlukan untuk mengetahui apakah suhu tubuh pasien normal atau tidak.

Dan pemeriksaan terakhir adalah pemeriksaan dengan mendengarkan suara paru-paru untuk mengetahui kelainan yang terjadi.

Pemeriksaan Penunjang Stroke Non Hemoragik

pemeriksaan ct scan pada pasien stroke non hemoragikAgar hasilnya tepat maka diperlukan pemeriksaan penunjang dengan melakukan pengambilan gambar dari structure tubuh pasien.

Pemeriksaan ini dilakukan dengan CT scan, CT angiogram, Scan MRI, MRA dan USG Doppler.

Penanganan Stroke Non Hemoragik

Pengobatan stroke non hemoragik bisa dilakukan dengan menggunakan cara 6B yang meliputi :

  1. Breath (pernapasan)
  2. Blood (darah)
  3. Brain (otak)
  4. Bladder (kandung kemih)
  5. Bowel ( gastrolnstestinal)
  6. Bone and body skin (tulang dan kulit).

Berikut ini adalah penjelasan ke 6 poin diatas :

1. Breath (pernapasan).

Ini merupakan penanganan pertama pada pasien yang terserang stroke non hemoragik. Dokter akan memastikan bahwa pasien bisa bernapas dengan bebas dan kondisi paru-paru dalam keadaan normal. Jika terjadi masalah pernapasan maka pasien akan diberi bantuan oksigen. Pemberian oksigen bisa diberikan 2 liter per menit dalam waktu 24 jam. Masker oksigen juga dibutuhkan untuk mengetahui gas darah pada arteri.

2. Blood (darah).

Penanganan ini dilakukan untuk memantau tekanan darah, glukosa darah, hemoglobin dan keseimbangan elektrolit. Tekanan darah harus tetap normal untuk memastikan aliran darah ke otak tetap tercukupi. Pada fase stroke akut, jika penurunan tekanan darah dilakukan maka akan membuat penurunan aliran darah ke otak yang akan memperburuk keadaan. Oleh sebab itu, tekanan darah pada penderita stroke non hemoragik tidak perlu diturunkan untuk menjaga aliran darah ke otak tetap normal.

Selanjutnya adalah memastikan bahwa kadar Hb darah harus tetap normal untuk metabolism otak. Glukosa darah juga harus tetap di pantau. Kadar gula yang terlalu tinggi akan memberikan efek buruk pada penderita stroke. Maka kadar gula harus tetap dijaga dengan ukuran 140-280 mg/dl.

Pemberian infuse glukosa harus dihindari karena bisa menyebabkan asidosis pada infark otak yang mengakibatkan udem otak. Jika pasien memiliki kadar gula lebih dari 250-300 maka harus segera diberikan insulin. Terakhir adalah dengan menjaga eletrolit agar kondisi pasien tetap stabil.

3. Brain (otak).

Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam penanganan otak yaitu kesadaran, kejang dan peningkatan tekanan intracranial. Penurunan kesadaran menjadi faktor paling penting dalam terapi stroke. Dalam penanganan ini akan dilakukan dengan penilaian pemahaman bahasa dan ekspresi.

Pemantauan ini bisa dilakukan selama 2-4 jam oleh pihak keperawatan. ST Scan juga bisa dilakukan setelah melakukan pemeriksaan pada gerakan mata, pulpil, reflex dan fundus okuli. Sedangkan stroke yang mengenai kortikal otak, maka akan mengakibatkan adanya kejang pada pasien. Kejang ini harus segera dihentikan karena akan memburuk penderita stroke non hemoragik.

Cara menanganinya dengan memperbanyak asupan oksigen. Selanjutnya adalah tekanan intracranial. Umumnya edema otak sitotoksik terjadi setelah 24-96 jam setelah pasien terkena stroke akut. Jika sudah seperti itu maka pasien harus diposisikan dengan posisi tegak 30° dan tidak diperbolehkan untuk berbaring selama 24 jam pertama.

4. Bladder (kandung kemih).

Tujuan dari penanganan ini dalah untuk menghindari terjadinya retensio atau bisa disebut dengan inkontinesia urine. Sebisa mungkin para pasien stroke non hemoragik terhindar dari infeksi kandung kemih.

Katerisasi bisa dilakukan dengan mengetahui apakah pasien bisa berkemih lebih dari 6 jam. Sebagain besar penderita stroke non hemoragik adalah orang tua yang memungkinkan adanya gangguan elektrolit. Dehidrasi menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi pasien karena akan terjadi kekentalan darah sehingga memperburuk proses iskemik di otak.

5. Bowe (gastrolnstestinal).

Pengelolaan nutrisi pasien sangatlah penting untuk mneghindari adanya gangguan pada system pencernaan pasien. Gangguan pencernaan ini nantinya akan membuat pasien merasa gelisah dan tidak nyaman sehingga kondisi pasien semakin memburuk.

Pemantauan bisa dilakukan pada pembukaan usus. Jika terjadi sembelit maka enema sangat siperlukan. Pemberian nutrisi juga tidak diperbolehkan untuk menghindari aspirasi. Untuk mencegah terjadinya pendarahan gastrointestinal maka lebih baik pasien diberikan profilaksis antasida dan antagonis reseptor H2 terutama untuk pasien yang sebelumnya telah mengkonsumsi obat-obatan yang mengandung aspirin, obat anti inflamasi non steroid, fibrinolitik, kortikosteroid dan antikoagulan.

6. Bone and body skin.

Jika tidak terjadi gerakan pada beberapa bagian tubuh pasien stroke non hemoragik maka akan terjadi peningkatan katabolisme, penurunan kapasitas vital, statis vena, statis urin, depresi psikologis dan menyebabkan gangguan pencernaan.

Sedangkan akibat terburuk yang terjadi adalah kolesistitis, ulkus dekubitus, thrombosis vena, pneumonia, infeksi saluran kemih dan emboli paru. Penanganan bisa dilakukan dengan terapi fisik pada pasien selama 2 hari sejak terjadi onset stroke. Posisi pasien juga harus diubah secara regular untuk pasien yang mengalami kelumpuhan atau kurangnya kesadran.

Terapi Spesifik Stroke Non Hemoragik

terapi fisik stroke non hemoragikTerapi pada pasien stroke non hemoragik sangatlah penting untuk mengembalikan kondisi pasien yang sudah mengalami banyak gangguan akibat stroke.

Menurut pendekatan therapeutical dasar pengobatan spesfik untuk stroke non hemoragik dibagi menjadi 2, yaitu :

  1. Melindungi penumbrai iskemik yang terjadi karena kerusakan lebih lanjut karena merabolit toksik. Cara ini bisa dilakukan dengan menggunakan obat saraf, leucocyte adhesion inhinitors dan free radical scavengers.
  2. Meningkatkan suplai darah pada area penumbra iskemik. Peningkatan suplai darah ini bisa dilakukan dengan menggunakan obat trombolitik dan antikoagulan.

Bagaimana Menyembuhkan Penyakit Stroke Non Hemoragik

penyebab stroke iskemik dapat disembuhkanKita tahu bahwa ada 2 hal utama mengakibatkan terjadinya serangan stroke non hemoragik yaitu :

  1. Hilangnya Elastisitas Pembuluh Darah sehingga aliran darah tidak dapat terlewati dengan baik.
  2. Adanya penimbunan Plak Penyumbatan atau Thrombus pada pembuluh darah halus di otak.

obat jantung dan obat stroke lumbrokinaseJika kita dapat memperbaiki keduanya, maka tidak mustahil penyakit stroke non hemoragik atau iskemik ini dapat disembuhkan. Kini terdapat produk alami yang dapat membantu mengembalikan elastisitas pembuluh darah dan melarutkan plak penyumbatan akibat timbunan plak dari kolesterol.

Jika ingin mengetahui lebih lanjut, silakan klik disini atau pada gambar diatas.

Waktu Menjadi Hal Utama Bagi Penderita Stroke Non Hemoragik

askep stroke asuhan keperawatan strokeStroke bisa saja diobati, namun hal tersebut jika pasien dibawa kerumah sakit pada waktu yang tepat. Waktu yang tepat adalah waktu dimana pasien baru beberapa jam setelah mengalami gejala pertamnya. Semakin lama pasien dibiarkan dan tidak diberi penanganan maka akan semakin lama pula penyumbatan arteri terjadi.

Jika penyumbatan arteri lebih lama terjadi maka suplai darah ke otak akan berkurang sangat banyak. Jika hal ini terjadi maka akan terjadi keruskan pada saraf-saraf penting dalam otak. Sebaliknya, jika segera diberikan penanganan yang tepat maka penyumbatan bisa segera ditangani sehingga pasien bisa terhindar dari resiko kerusakan saraf otak dan nantinya akan lebih mudah untuk dipulihkan.

Maka dari itu jika seseorang sudah mengalami gejala stroke non hemoragik maka harus segera dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan penanganan terbaik. Dengan penanganan yang tepat maka pasien bisa terhindar dari resiko terjadi stroke lanjutan, dapat meningkatkan dan mengembalikan fungsi tubuh yang sudah terganggu karena stroke dan untuk mengatasi kecacatan.

Itulah beberapa informasi mengenai stroke non hemoragik, salah satu penyakit mematikan yang mengancam siapa saja tanpa melihat jenis kelamin dan usia. Mengetahui gejala awal sangatlah penting untuk mencegah terjadinya stroke akut.

Jika sudah terjadi gejala awal maka pasien harus segera mendapat penanganan medis. Terlambat sebentar saja maka akan berakibat fatal. Karena stroke non hemoragik menjadi penyakit yang mematikan maka sebisa mungkin harus dihindari dengan berbagai cara. Kesehatan menjadi sangat mahal jika sudah terkena penyakit stroke, karena pengobatannya tidak bersifat instan.

Stroke Iskemik dan Stroke Hemoragik

Seberapa Jauh Anda Mengenal Stroke Iskemik Dan Stroke Hemoragik ?

askep stroke asuhan keperawatan strokeStroke Iskemik Dan Stroke Hemoragik – Penyakit stroke terbagi menjadi dua jenis yaitu Stroke Iskemik dan Stroke Hemoragik.

Stroke iskemik adalah stroke yang disebabkan karena cabang pembuluh darah di otak mengalami penyumbatan yang biasanya diakibatkan oleh kolesterol dan racun dalam tubuh seperti radikal bebas.

Sedangkan Stroke Hemoragik adalah stroke yang disebabkan karena cabang pembuluh darah yang berada di otak pecah dan mengalami pendarahan sehingga fungsi tubuh terganggu. Kerusakan ini di sebabkan karena kerapuhan yang terjadi di dinding pembuluh darah yang telah berlangsung sangat lama. Proses penuaan pembuluh darah ini di sebabkan karena adanya berbagai faktor.

perbedaan stroke iskemik dan stroke hemoragik

Jenis – Jenis Stroke

1. Stroke Iskemik

stroke iskemik disebut juga stroke penyumbatan pembuluh darahStroke Iskemik Adalah penyakit stroke yang disebabkan karena pembuluh darah di otak mengalami penyumbatan pada pembuluh darah. Penyumbatan ini sendiri dapat diakibatkan karena faktor pola hidup termasuk pola makan yang tidak sehat dan tidak baik.

Kabar baiknya adalah stroke ini dapat disembuhkan karena penyumbatan ini sendiri disebabkan oleh “benda-benda” yang berada dalam darah seperti penumpukan kolestrol dan radikal bebas, penumpukan pada dinding pembuluh darah ini merupakan protein terlarut yang disebut juga fibrin.

Pengobatannya selain melakukan terapi dapat dilakukan juga dengan mengkonsumsi Enzim Fibrinolysis yaitu enzim yang bekerja untuk melarutkan fibrin yang telah menumpuk pada dinding pembuluh darah dan membantu mengembalikan elastisitas pembuluh darah.

Pengobatan cara ini jarang sekali diketahui oleh masyarakat Indonesia pada umumnya, tetapi produk ini telah menjadi penemuan yang luar biasa di Amerika dan Eropa karenaEnzyme Fibrinolysis terbukti secara medis  dapat berhasil menghilangkan penyumbatan pada pembuluh darah baik di otak maupun di jantung.

2. Stroke Hemoragik

stroke penyumbatan pembuluh darah pada otakStroke Hemoragik atau Pendarahan Adalah penyakit stroke yang disebabkan karena adanya pembuluh darah di otak yang mengalami pecah baik karena faktor penuaan sehingga rapuh ataupun hipertensi sehingga saraf menjadi rusak sehingga mengganggu kinerja saraf yang berhubungan dengan motorik.

Stroke hemoragik ini di bagi menjadi 2 macam, antara lain:

1. Pendarahan Intrasebal, pendarahan ini terjadi intraserebal, atau di dalam otak. Kemunculan pendarahan ini disebabkan karena hipertendi maligna, penyebab lainnya seperti tumor otak yang sudah berdarah, malformasi atau kelainan pembuluh darah yang telah pecah.

2. Pendarahan Subarakhnoid, pendarahan ini terjadi akibat masuknya darah yang berada di ruang subarakhnoid pada bagian otak yang berasal dari pendarahan atau pecahnya pembuluh darah dari rongga lain atau rongga itu sendiri.

Proses terjadinya stroke hemoragik apabila seseorang telah mengalami pendarahan, darah akan di paksa masuk ke jaringan otak dan dapat merusak neuron atau sel-sel otak sehingga bagian otak yang telah terkena tidak mampu untuk berfungsi dengan benar.

Pecahnya aneurisma ini merupakan penyebab pendarahan subarakhnoid. Di pendarahan subarakhnoid sendiri darah akan di dorong untuk masuk ke ruang subarakhnoid dan akan mengelilingi otak.

Pada awalnya, jaringan otak ini tidak terpengaruh, namun semakin lama akan terganggu. Gejala subarakhnoid ialah nyeri yang terjadi di kepala. Para penderita sering sekali mengabaikan nyeri ini, ciri nyeri yang terjadi seperti timbul secara mendadak, tanpa sebab, dan terasa sangat sakit.

Gejala Stroke Yang Harus Anda Waspadai

Gejala ini bergantung dari lokasi pendarahan serta banyaknya jaringan otak yang sudah terkena. Biasanya gejala ini muncul secara tiba-tiba, sering selama aktivitas berlangsung, dan tanpa peringatan.

Beberapa gejala stroke iskemik maupun hemoragik antara lain adalah :

  • Berubahnya tingkat kesadaran.
  • Sulit untuk berbicara ataupun memahami orang lain.
  • Sulit untuk membaca dan menulis.
  • Sulit untuk menelan.
  • Hilangnya koordinasi.
  • Munculnya perubahan gerakan, biasanya dalam hal ini satu sisi tubuh akan mengalami kesulitan penggerakan.
  • Muntah dan mual.
  • Kesemutan yang terjadi pada satu sisi tubuh.
  • Hilangnya keseimbangan.
  • Lemah di salah satu bagian tubuh.

Terapi Penderita Stroke Hemoragik

stroke hemoragik tidak dapat disembuhkan kecuali terapiBagi penderita Stroke Hemoragik, untuk membantu penyembuhan bisa di lakukan dengan terapi. Terapi untuk stroke jenis ini, biasanya di berikan setelah 3 minggu selang terjadinya masa akut. Saat mengambil langkah terapi, terlebih dahulu harus di ketahui, apakah penyebab dari serangan ini, seperti aneurisma, terjadi iskemik atau karena hipertensi.

Untuk rehabilitasi stroke, terapi ini bisa membuat penderita sembuh, asalkan di tangani dalam masa 6 jam atau kurang dari waktu tersebut, hal ini di lakukan agar penderita tidak mengalami kecacatan, namun sayangnya, penderita datang setelah 48 hingga 72 jam, setelah terjadi serangan.

Terapi Penyembuhan Penderita Stroke Iskemik Atau Stroke Penyumbatan

stroke iskemik dapat disembuhkan dengan produk gravistroStroke Iskemik pada dasarnya mirip dengan penyakit jantung koroner yaitu terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah, berbeda dengan stroke hemoragik yang hampir bisa dikatakan sulit untuk pulih secara total, stroke iskemik memiliki peluang yang lebih besar untuk mengalami kesembuhan lebih baik.

Penggunaan obat herbal dan alami di Indonesia untuk membantu penyembuhan penyakit stroke iskemik ini dapat dilakukan dengan mengkonsumsi produk yang mengandung enzim lumbrokinase yaitu salah satunya produk Gravistro. Enzim lumbrokinase berfungsi untuk melarutkan plak sumbatan dan thrombus yang ada pada dinding pembuluh darah besar sampai dengan mikro sirkulasi seperti pada pembuluh darah halus di kepala.

Penyakit Stroke Iskemik / Penyumbatan Dapat Disembuhkan!

mencegah penyakit jantung koroner dengan gravistroAda kabar baik baik penderita penyakit Stroke Iskemik atau Stroke yang disebabkan karena adanya penyumbatan pada pembuluh darah halus di kepala.

Dengan pembuktian klinis dan ilmiah, Gravistro dengan kandungan aktifnya enzim lumbrokinase mampu membantu pemulihan penderita penyakit stroke iskemik dengan waktu yang relatif cukup singkat.

Penggunaan enzim lumbrokinase ini dilakukan selama 6 bulan, dampak positif awal pemulihan cukup cepat dirasakan oleh pasien yang biasanya terjadi setelah 20 – 30 hari pertama mengkonsumsi enzim lumbrokinase ini.

Gravistro bekerja dengan melarutkan plak penyumbatan pada pembuluh darah terutama disekitar jantung (penyebab jantung koroner) dan kepala (penyebab stroke) serta seluruh tubuh, dan produk ini merupakan produk alami sehingga aman digunakan untuk pencegahan maupun pemulihan.

Klik pada gambar dibawah ini atau klik disini untuk melihat cara kerja dan manfaat produk Obat Jantung dan Stroke Iskemik Gravistro yang telah dibuktikan secara klinis dan ilmiah.

makanan penyebab penyakit jantung