penyakit jantung bengkak

Jantung Bengkak | Penyebab, Gejala dan Cara Perawatannya

Jantung Bengkak | Penyebab, Gejala dan Cara Perawatannya

jantung bengkakPenyakit yang sering sekali menjadi keluhan masyarakat yaitu jantung bengkak. Adanya penyakit pada jantung membuat kita khawatir, karena betapa pentingnya peranan jantung dalam tubuh.

Bila jantung tersebut sakit maka kinerja tidak bisa optimal, bahkan bisa menyebabkan kematian. Waspada bila sedang mengalami jantung bengkak. Segera periksa ke dokter supaya ada keterangan pengobatan yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan penyakit tersebut.

Fungsi organ jantung yaitu memompa darah keseluruh tubuh. Darah diedarkan dengan membawa sari makanan dan oksigen yang nantinya digunakan untuk tubuh. Bila jantung tidak dapat melakukan fungsinya dengan baik maka, kita mengetahui bahwa peredaran darah menjadi tidak lancar sehingga menghambat proses peredaran darah dan oksigen. Hal ini dapat memberikan dampak negatif dalam tubuh.

Jantung bengkak atau disebut juga kardiomegali. Penyakit ini mempengaruhi ukuran jantung yang makin membesar. Organ jantung yang berada dalam tubuh membuat kita tidak mengetahui ukuran jantung diri sendiri. Bagaimana cara mengetahui ukuran jantung yang berada dalam tubuh? Caranya mudah tinggal lihat saja genggaman telapak tangan kita, kira-kira segitulah ukuran jantung dalam tubuh.

Bobot jantung pada laki-laki dan perempuan sangat berbeda. Biasanya bobot jantung orang laki-laki sekitar 280 hingga 340 gr, sedangkan untuk perempuan jantungnya berbobot 230 hingga 280 gr. Kecepatan detakan jantung sangat cepat bisa mencapai sebanyak 100.000 kali setiap harinya.

Biasanya jantung selalu memasuk darah sebanyak 2000 galon untuk diedarkan keseluruh tubuh, supaya kebutuhan darah dalam tubuh dapat terpasok dengan baik.

Apa Itu Jantung Bengkak dan Bagaimana Penyebabnya?

Jantung bengkak merupakan gangguan yang dapat menyebabkan perubahan ukuran organ jantung semakin besar. Biasanya pembengkakan terjadi melebihi ukuran jantung yang sebenarnya.

Bila kita ingin mengetahui bahwa jantung bengkak atau tidak maka, harus melalui pemeriksaan terlebih dahulu. Kita bisa melakukan pemeriksaan dengan dokter, kemudian dokter akan melakukan ronsen dada. Bila terjadi pembengkakan maka akan terlihat jelas pada hasil ronsennya.

Mengapa bisa terjadi jantung bengkak?

Hal itu karena disebabkan oleh beberapa faktor. Sebenarnya ada dua faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit tersebut. Pertama yaitu dikarenakan longgarnya otot jantung yang menyebabkan volume bilik organ jantung membesar, kondisi seperti ini disebut dengan kardiomegali dilatasi.

Kedua dinding jantung yang berada pada sebelah kiri dan kanan makin tipis dan renggang sehingga jantung menjadi besar.

Faktor kedua dikarenakan adanya penebalan pada otot jantung, kondisi ini disebut dengan hipertrofi. Ciri dari otot jantung yang mengalami penebalan hipertrofi yaitu pada ventrikel kirinya lebih besar. Dari ventrikel kiri dapat mempengaruhi ruangan jantung lainnya.

Jantung yang sedang bengkak dapat menjalankan fungsinya seperti biasanya namun, hanya saja fungsinya tidak seperti pada jantung normal. Pada awal terjadinya jantung bengkak maka, jantung akan memompa darah seperti biasanya namun bila pembengkakan makin besar.

Jantung akan kesulitan dalam memompa darah, sehingga kemampuan darah dalam jantung dapat menurun. Pada akhirnya karena penurunan kemampuan tersebut maka, jadilah gagal jantung.

Gejala yang Ditimbulkan Oleh Jantung Bengkak

Kapan kita bisa mengetahui terkena penyakit jantung bengkak? Tadi memang diulas bahwa penyakit ini dapat diketahui melai ronsen dada saja. Oleh karena itu kita masih belum mengetahui pastinya terjadi penyakit tersebut.

Sekarang bila dianalisa penyakit ini akan menyebabkan penurunan fungsi jantung, sehingga kesimpulannya dalam penurunan fungsi tersebut kita dapat mengetahui perubahan dalam diri kita.

Perubahan yang ada dalam diri kita tersebut merupakan ciri atau gejala yang ditimbulkan oleh jantung membengkak. Berikut ini merupakan gejala dari jantung bengkak yang harus diketahui oleh anda.

    • Kaki menjadi bengkak
    • Sering merasa lelah
    • Berat badan terus bertambah karena terjadi pembengkakan
    • Sering mengalami sesak nafas
    • Terdapat nyeri pada bagian dada
    • Palpitasi meningkat

Gejala di atas bisa dirasakan secara jelas ketika kita merasakannya. Bila kita telah merasakan gejala tersebut maka, segera pergi ke dokter sehingga ada pemeriksaan lebih lanjut tentang apakah benar anda sedang mengidap penyakit pembengkakan jantung.

Buktinya bisa dilihat langsung pada hasil pemeriksaan yang telah dilakukan oleh dokter. Biasanya dokter menjelaskan secara detail tentang adanya jantung bengkak.

Penyakit yang Menyebabkan Jantung Bengkak

Ternyata jantung bengkak juga dapat disebabkan oleh penyakit lainnya, jadi tidak secara tiba-tiba kita terkena serangan jantung bengkak. Bila suatu penyakit dapat mempengaruhi penyakit lainnya maka, kita wajib selalu waspada.

Harus selalu pintar dalam menjaga kesehatan tubuh, supaya tubuh tetap sehat dan terhindar dari penyakit tersebut.

Upaya menjaga kesehatan tubuh bisa dilakukan dengan mengetahui terlebih dahulu penyebab penyakit jantung bengkak. Dari mengetahui maka, kita dapat memahami juga cara menghindarinya.

Berikut ini merupakan penyakit yang menyebabkan jantung bengkak.

Tekanan darah tinggi

Para penderita darah tinggi akan mengalami pembesaran pada jantung. Hipertensi merupakan penyakit darah tinggi, tekanan darah yang tinggi dapat memaksa jantung untuk bekerja lebih keras lagi. Misalkan dalam memompa darah ke seluruh tubuh, sehingga otot jantung makin besar. Biasanya penebalan terjadi pada bagian ventrikel kiri dan atrium.

Gangguan katup jantung

Katup jantung berfungsi untuk mencegah aliran darah kembali lagi ke dalam jantung. Jumlah katup ada 4, bila 4 diantaranya ada yang rusak maka dapat menyebabkan pembengkakan pada organ tersebut. Kerusakan katup jantung dapat disebabkan oleh infeksi, rematik, gangguan jaringan ikat, pengobatan kanker, dan penggunaan obat secara terus menerus.

Anemia

Anemia merupakan penyakit kekurangan darah merah, jadi penyakit ini tidak menyebabkan jumlah darah merah tidak sesuai dengan jumlah biasanya. Perlu diketahui bahwa jumlah sel darah merah yang menurun maka, tidak akan cukup untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Bila tidak ada darah yang diedarkan maka, oksigen dan sari makanan juga tidak dapat diantar keseluruh jaringan tubuh.

Penyakit anemia menyebabkan denyut jantung semakin cepat, sehingga jantung bekerja lebih keras dari biasanya. Hal ini dapat mengakibatkan adanya pembengkakan pada jantung kita.

Seluruh penyakit yang menyebabkan jantung bengkak kebanyakan menyerang otot jantung terlebih dahulu. Bila otot jantung bekerja dengan sangat keras maka, dapat menimbulkan kinerja jantung makin keras. Oleh sebab itu pembengkakan sering terjadi. Bila kita sudah mengetahui penyebab yang mempengaruhi jantung bengkak maka, jaga jantung kita supaya tidak mengalami hal seperti itu.

Perawatan Penderita Jantung Bengkak

Orang yang sedang menderita pembengkakan jantung maka harus melakukan perawatan khusus. Seperti yang telah kita ketahui bahwa perawatan khusus akan membuat kondisi pembengkakan jantung lebih membaik. Bila tidak melakukan perawatan maka, penyakit makin parah sehingga tubuh kita makin melemah. Pada waktu tubuh melemah membuat kita tidak dapat melakukan aktivitas apapun.

Solusi satu satunya yaitu dengan melakukan perawatan untuk penderita jantung bengkak. Bila penyakit masih dini dan tidak terlalu besar pembengkakannya maka dapat dilakukan perawatan sendiri. Dokter menyarankan bahwa penderita harus menerapkan gaya hidup sehat supaya dapat memperbaiki kondisi tubuh supaya penyakit tidak semakin parah.

  • Tidak merokok
  • Istirahat cukup
  • Jangan sering melakukan begadang
  • Rutin melakukan olahraga setiap hari
  • Menghindari minuman kafein, alkohol dan lainnya
  • Menjaga tekanan darah agar tidak naik dengan mengatur makanan yang dimakan
  • Jangan mengkonsumsi garam berlebihan
  • Penderita diabetes harus mampu mengendalikan kadar gulanya agar tetap stabil supaya tidak terjadi pembekakan
  • Menurunkan berat badan yang sudah melebihi batas.

Perawatan pembengkakan jantung memang dapat dilakukan sendiri dengan catatan bahwa penyakitnya masih belum serius. Kebanyakan orang yang telah melakukan perawatan sendiri pasti tingkat keberhasilannya sedikit.

Hal ini dikarenakan penderita kurang disiplin untuk menerapkan gaya hidup sehat. Bila tidak dapat melakukan perawatan diri dengan baik maka, penyakit makin bertambah parah.

Bagaimana kalau penyakit jantung bengkak semakin parah?

Kita bisa melakukan perawatan yang diberikan oleh dokter secara langsung. Biasanya dokter melakukan perawatan dengan memberikan obat yang bisa menurunkan pembengkakan jantung.

Berikut ini merupakan perawatan obat jantung bengkak yang dapat dilakukan :

ARB (Angiostensin reseptor blocker)

Penderita pembengkakan jantung biasanya harus mendapatkan perawatan obat mengguanakan ACE inhibitor namun, sebagian orang bisa alergi setelah minum ACE inhibitor tersebut. Oleh sebab itu pengganti ACE inhibitor dapat diganti dengan menggunakan angiostensin receptor blocker.

Diuretik

Obat diuretik merupakan obat yang sering diberikan dokter bagi penderita jantung bengkak. Fungsi dari diuretik yaitu dapat menurunkan natrium dalam tubuh. kadar air juga perlahan-lahan menurun stabil. Bila natrium dan air dalam tubuh menurun maka tekanan darah juga menjadi stabil. Hal ini membuat jantung dapat bekerja seperti biasanya dan tidak terlalu keras.

ACE inhibitor (Angiostensin-converting enzyme)

Obat ini juga biasa diminum oleh penderita jantung bengkay. ACE inhibitor memberikan efek untuk menurunkan serta meningkatkan organ jantung dalam memompa darah. Pada peningkatan dan penurunan pompa jantung disesuaikan dengan kondisi tubuh kita. Obat ini juga sangat efektif, pasalnya dalam beberapa kali minum saja sudah kelihatan sekali hasilnya.

Digoxin

Fungsi dari digoxin yaitu dapat meningkatkan kemampuan jantung dalam memompa darah ke seluruh bagian tubuh.

Antikoagulan

Obat ini dapat mencegah terjadinya pengumpalan darah yang dapat menyerang tubuh. Penggumpalan darah dapat menyebabkan pembengkakan jantung. Asalnya yaitu dari penggumpalan darah kemudian dapat menjadi penyakit stroke dan gagal jantung. Kedua penyakit tersebut mempengaruhi kinerja jantung yang keras sehingga penebalan jantung semakin besar dan tidak terkendali.

Beta blockers

Berfungsi untuk menurunkan tekanan darah serta meningkatkan fungsi jantung. Tekanan darah tinggi yang tetap stabil maka, dapat menjaga kinerja jantung agar menjadi stabil pula.

Pemberian obat yang dilakukan oleh dokter kepada penderita jantung bengkak juga menyesuaikan dosis yang baik untuk dikonsumsi oleh tubuh. Obat yang disediakan cukup banyak sehingga dokter dapat memilihkan obat yang tepat untuk kita, jadi misalkan kita alergi dengan obat satunya maka bisa meminum obat lainnya.

Penyakit jantung bengkak memang terlihat begitu serius, sehingga harus ditangani dengan cepat. Sekali lagi organ jantung merupakan kunci kehidupan kita, bila organ menurun kemampuannya dan berhenti berdetak tentu saja kita tidak bisa hidup lagi.

Hindari penyakit jantung bengkak dengan melakukan perawatan yang tepat. Selalu menerapkan gaya hidup sehat kemudian konsumsi obat jantung bengkak yang dianjurkan oleh dokter.

Summary
Jantung Bengkak | Penyebab, Gejala dan Cara Perawatannya
Article Name
Jantung Bengkak | Penyebab, Gejala dan Cara Perawatannya
Description
Bila jantung tersebut sakit maka kinerja tidak bisa optimal, bahkan bisa menyebabkan kematian. Waspada bila sedang mengalami jantung bengkak.
Author
Publisher Name
Nutra Jaya Prima
Publisher Logo